<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354</atom:id><lastBuildDate>Sun, 10 May 2009 08:13:32 +0000</lastBuildDate><title>INNERSOUNDS</title><description>Welcome to Innersounds. Enjoy yourself here because your satisfaction is my respectability. Thank you a lot.</description><link>http://innersounds.blogspot.com/</link><managingEditor>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/TtrL" type="application/rss+xml" /><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-2912248041930137967</guid><pubDate>Wed, 07 Jan 2009 02:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-07T09:14:50.851+07:00</atom:updated><title>Innersounds Gabung ke elwara.net</title><description>Salam'alaikum sahabat semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung saya sudah fokus di website &lt;a href="http://elwara.net"&gt;elwara&lt;/a&gt;, maka dengan ini saya akan memindahkan semua postingan saya di innersounds ini ke alamat &lt;a href="http://elwara.net"&gt;elwara&lt;/a&gt;. Untuk itu, selama 1 bulan ke depan, saya akan pindahkan semua arsip di innersounds ke &lt;a href="http://elwara.net"&gt;elwara&lt;/a&gt;, lalu akan menutup blog ini. Mohon maaf dan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-2912248041930137967?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/bIDOuQwkelc" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/bIDOuQwkelc/innersounds-gabung-ke-elwaranet.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2009/01/innersounds-gabung-ke-elwaranet.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-7206952958396182677</guid><pubDate>Thu, 11 Dec 2008 04:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-11T12:33:50.397+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kenakalan remaja</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">proses fisik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SMU</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">anak-anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">remaja rendah diri</category><title>Aku Tidak Kecil Lagi</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SUClKYQ8ENI/AAAAAAAAALQ/mesZFSJxFVc/s1600-h/masa+transisi+remaja.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 91px; height: 75px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SUClKYQ8ENI/AAAAAAAAALQ/mesZFSJxFVc/s200/masa+transisi+remaja.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278400361008992466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;oleh:&lt;br /&gt;Prof. Dr. Zakiah Daradjat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang remaja berumur 15 - 18 tahun menangis tersedu-sedu tatkala ia dimarahi oleh ayahnya di hadapan orang lain. Pangkal soalnya adalah, ia lupa untuk menyampaikan pesan ayahnya kepada seseorang. Sambil menunduk, ia berjalan perlahan-lahan memasuki kamar. Ia menelungkupkan wajahnya ke tempat tidur. Ia menyesal, kendati ia tidak sengaja melupakan pesan itu. Tapi, ia juga sangat malu, lantaran ayahnya seolah-olah sengaja melecehkan dirinya di depan orang lain. Ia merasa lebih malu lagi saat ayahnya mengatakan, kamarnya berantakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi apa yang dirasakan oleh seorang remaja putri, yang dimarahi oleh orang tuanya, dekat temannya, karena ia terlambat pulang. Ia juga tidak habis mengerti mengapa orang tuanya mengejeknya sebagai orang yang tidak pandai bergaul, pemalas, tidak mau bekerja, bahkan mandipun malas. Gadis itu, yang saat ini duduk di kelas 2 SMU, sangat malu dan tidak berani menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mereka di atas, banyak lagi remaja yang merasa dirinya sudah besar, tetapi dipandang oleh orang tuanya seperti anak kecil saja. Banyak pula orang tua yang suka membandingkan anaknya yang telah remaja dengan dirinya dahulu, ketika ia seumur anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, remaja yang sedang mengalami pertumbuhan fisik yang cepat dan perkembangan kecerdasan yang hampir berakhir akan mudah tersinggung. Kepribadian mereka pun labil. Lantaran itu, mereka memerlukan dorongan untuk memperkuat dirinya. Dan, yang mereka butuhkan, untuk itu, ialah pengertian orang tua terhadap kondisi yang labil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umur-umur tersebut, remaja sibuk menghadapi perkembangan cepat yang sedang dilaluinya. Ada yang merasa wajahnya kurang ganteng, kurang mendapat perhatian dari teman-teman lawan jenis, seolah-olah dirinya tersisih dari teman-temannya. Kadang-kadang merasa condong untuk diam, tidak mau berbicara dengan orang tuanya, karena takut tidak akan diperhatikan, atau orang tuanya selalu bersikap otoriter, mengecam, meremehkan, dan tidak mau mendengarkan keluhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itulah yang menyebabkan hampir semua remaja tertutup kepada orang tuanya. Padahal, pada saat yang sama, mereka membutuhkan tempat menumpahkan perasaan dan keluhannya. Dan sebenarnya, orang tuanyalah tempat pertama ia untuk mengadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang kita menemukan remaja yang merasa tertekan oleh orang tuanya sendiri. Mereka takut atau enggan berbicara kepada orang tuanya, yang disangkanya tidak mau mendengar keluhannya, atau menjawab dengan kata-kata keras, sinis, dan bangga diri. Bahkan, tidak jarang remaja yang telah menjadi mahasiswa di perguruan tinggi tidak berani mengungkapkan pendapatnya kepada orang tuanya, atau kepada orang dewasa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah mereka adalah masalah rendah diri. Harga diri mereka tidak berkembang. Mereka tidak mampu merasakan bahwa ia telah besar, karena selalu dipandang kecil oleh orang tuanya. Wallahu 'alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-7206952958396182677?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/0xITk_w1lzY" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/0xITk_w1lzY/aku-tidak-kecil-lagi.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SUClKYQ8ENI/AAAAAAAAALQ/mesZFSJxFVc/s72-c/masa+transisi+remaja.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2008/12/aku-tidak-kecil-lagi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-1834844894073014867</guid><pubDate>Tue, 09 Dec 2008 13:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-09T20:28:04.442+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">qurban</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">idul adha 1429 H</category><title>Selamat Hari Raya Idul Adha 1429 H</title><description>Innersounds mengucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SELAMAT MERAYAKAN HARI RAYA IDUL ADHA 1429 H&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ibadah qurban kita diterima oleh Alloh, SWT. Aamiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-1834844894073014867?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/DEwYh-4RGjk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/DEwYh-4RGjk/selamat-hari-raya-idul-adha-1429-h.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2008/12/selamat-hari-raya-idul-adha-1429-h.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-5515577022950107057</guid><pubDate>Thu, 20 Nov 2008 15:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-20T23:16:32.927+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Para Penghina Nabi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">lapotuak.wordpress.com</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kartun Nabi Muhammad</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nabi Muhammad</category><title>Hukum Para Penghina Nabi Muhammad S.A.W.</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSWLyHLDpyI/AAAAAAAAALI/KyZKX1I7ej0/s1600-h/hukum+mati.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270772631942178594" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 96px; CURSOR: hand; HEIGHT: 127px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSWLyHLDpyI/AAAAAAAAALI/KyZKX1I7ej0/s200/hukum+mati.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Allahu Akbar..., Allahu Akbar..., Allahu Akbar...!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rupanya, kelompok "Para Penghina Nabi Muhammad SAW" kembali meluncurkan rudalnya yang berbentuk kartun di dalam situs yang bernama lapotuak.wordpress.com. Dalam kartun tersebut, digambarkan sosok Nabi yang sedang berhubungan intim dengan istri-istrinya yang sedang berpakaian yang minim.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allahu Akbar..., Allahu Akbar..., Allahu Akbar...! Melihat gambar kartun tersebut, terbakar dada ini dengan panas api yang membara serasa ingin menghabisi si pembuat kartun. Bagaimana tidak! Sosok manusia yang paling mulya itu, beserta para keluarganya terutama istrinya, telah dilecehkan harkat dan martabatnya di media internet yang notabene dilihat ratusan juta pasang mata di seluruh dunia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seandainya Khalifah Umar bin Khattab R.A., masih hidup, sudah barang tentu beliau akan langsung mengeluarkan pedangnya untuk mencari si pembuat kartun sampai dapat. Namun tentunya, tindakan semacam Khalifah yang demikian itu tidak akan ditolerir lagi di zaman sekarang karena manusia sekarang telah menganut hukum dunia yang melarang perbuatan kekerasan terhadap orang lain sehingga untuk mengatasi hal semacam itu telah diamanatkan kepada pihak yang berwenang (Pemerintah, dalam hal ini Kepolisian) untuk bertindak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Para Penghina Nabi", memang telah berbuat sangat-sangat-sangat keji di dalam aksinya dan tidak bisa ditolerir oleh agama apapun. Namun tentunya, jangan kita (Umat Islam) terpancing emosinya dengan mudah. Apalagi sampai membabi buta melampiaskan kemarahan kepada pihak tertentu yang tidak tahu menahu masalahnya. Sekarang, biarlah aparat pemerintah kita yang bertindak dengan tegas. Cari itu pelakunya sampai dapat untuk dimintai pertanggung-jawabannya dan menerima hukumannya di dunia, karena walaupun tidak dapat di dunia, "Sang Para Penghina Nabi" ini telah ada jatah tempatnya di Neraka yang paling dasar lokasinya, yaitu Neraka Jahannam. Wallahu'alam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-5515577022950107057?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/AoudHrpB928" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/AoudHrpB928/hukum-para-penghina-nabi-muhammad-saw.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSWLyHLDpyI/AAAAAAAAALI/KyZKX1I7ej0/s72-c/hukum+mati.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2008/11/hukum-para-penghina-nabi-muhammad-saw.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-2236627330286075650</guid><pubDate>Wed, 05 Nov 2008 01:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-12T10:36:51.828+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">amal ibadah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">janji Allah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">surga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pahala</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">orang yang bertaqwa</category><title>Janji Allah Bagi Orang Yang Bertaqwa</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264986933600435794" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 140px; CURSOR: hand; HEIGHT: 105px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SRD9uJRTvlI/AAAAAAAAAIM/55bWRiaPGds/s200/images.jpg" border="0" /&gt;1. &lt;strong&gt;Akan mendapat penjagaan dari Allah dari musuh yang jahat&lt;/strong&gt;. "Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipudaya mereka sedikit pun tidak akan mendatangkan kemadlaratan kepadamu". (Q.S. Ali Imran, 120).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. &lt;strong&gt;Amal-amalnya akan diperbaiki dan dosa-dosanya akan diampuni&lt;/strong&gt;. "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amal-amalmu dan mengampuni bagimu segala dosamu". (Q.S. Al Ahzab, 70-71).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;strong&gt;Akan mendapatkan penghargaan yang tinggi dari Allah&lt;/strong&gt;. "Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan". (Q.S. Ali Imran, 186).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;strong&gt;Akan diterima Allah segala amal shalehnya&lt;/strong&gt;. "Sesungguhnya Allah hanya menerima pengabdian dari orang-orang yang bertaqwa". (Q.S. Al Maidah, 27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;strong&gt;Akan meraih rahmat Allah dan mendapatkan cahaya hidayah (nur) dari Allah&lt;/strong&gt;. "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan berimanlah kepada rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua kali (di dunia dan di akhirat) dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dalam kebenaran dan Allah mengampuni kamu. Karena Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (Q.S. Al Hadid, 28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;strong&gt;Akan meraih kemuliaan dalam kehidupan dunia dan akhirat&lt;/strong&gt;. "Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu, di sisi Allah, ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal". (Q.S. Al Hujurat, 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;strong&gt;Akan selalu dicintai dan dikasihi oleh Allah&lt;/strong&gt;. "Sesungguhnya Allah amat menyukai orang-orang yang bertaqwa". (Q.S. At Taubah, 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;strong&gt;Akan diselamatkan oleh Allah dari ancaman api neraka&lt;/strong&gt;. "Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa". (Q.S. Maryam, 72).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;strong&gt;Akan dihilangkan kesedihan dan kegelisahan di dunia dan di akhirat:&lt;/strong&gt; “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran bagi mereka dan tidak pula mereka diperbudak duka cita. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. (Q.S. Yunus 62-63).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;strong&gt;Akan diberikan ilmu oleh Allah:&lt;/strong&gt; “Dan bertaqwalah kepada Allah, niscaya Allah akan mengajarmu. Karena Allah Maha Mengetahui terhadap semua makhluk-Nya. (Q.S. Al-Baqarah 282).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. &lt;strong&gt;Akan mendapat dukungan serta pertolongan dari Allah:&lt;/strong&gt; “Sesungguhnya Allah selalu beserta orang-orang yang taqwa dan orang-orang yang selalu berbuat kebaikan. (Q.S. An-Nahl 128).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. &lt;strong&gt;Akan tinggal di surga selama-lamanya:&lt;/strong&gt; “Surga yang luasnya melebihi luasnya langit dan bumi itu disediakan hanya untuk orang-orang yang bertaqwa. (Q.S. Ali Imran 133).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. &lt;strong&gt;Akan dimudahkan segala urusannya:&lt;/strong&gt; “Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengadakan baginya kemudahan di dalam segala urusannya. (Q.S. At-Thalaq 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. &lt;strong&gt;Akan memiliki filling dan firasat yang kuat:&lt;/strong&gt; “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan dan menghapuskan segala kesalahanmu dan akan mengampuni segala dosa-dosamu. Karena Allah-lah Pemilik karunia yang paling Agung. (Q.S. Al-Anfal 29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. &lt;strong&gt;Akan dilebur segala dosanya dan dilipat gandakan pahalanya:&lt;/strong&gt; “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar baginya dari kesulitan yang dihadapinya serta Allah akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka. (Q.S. At-Thalaq 2-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-2236627330286075650?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/WZ7gC5HG8_o" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/WZ7gC5HG8_o/janji-allah-bagi-orang-yang-bertaqwa.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SRD9uJRTvlI/AAAAAAAAAIM/55bWRiaPGds/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2008/11/janji-allah-bagi-orang-yang-bertaqwa.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-2866381507807146109</guid><pubDate>Tue, 11 Mar 2008 05:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-10T18:46:45.742+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">senyum</category><title>Senyum</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/R9YXuMy6-fI/AAAAAAAAAEc/o7CMd2Tbsyg/s1600-h/Smile.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176350904185190898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/R9YXuMy6-fI/AAAAAAAAAEc/o7CMd2Tbsyg/s200/Smile.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Anggapan bahwa sebagian ummat Islam mudah menjadi pemberang dan sering bermuka masam, semestinya tidak perlu ada. Bukankah Rasulullah SAW, sebagai suri tauladan bagi ummatnya, dikenal sebagai manusia yang sangat ramah dan sangat murah senyum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Lalu, bila kemiskinan harta menjadi alasan seseorang sulit tersenyum, agaknya itu juga tidak sepatutnya. Nabi Muhammad SAW juga tak bisa dibilang kaya harta ketika hidupnya. Sebagai pemimpin yang miskin harta itu, beliau ternyata justru senantiasa mampu tampil berseri-seri, memancarkan sinar yang mampu memberi daya hidup bagi sahabat-sahabatnya. Seorang sahabat Rasulullah mengisahkan bahwa wajah beliau penuh senyum dan cinta kasih terhadap sesamanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Lantas bagaimana agar seorang muslim dapat tampil menjadi pribadi yang ramah dan murah senyum? Kuncinya ada pada hati (&lt;i&gt;qalb&lt;/i&gt;). Wajah yang cerah berseri hanya akan muncul dari hati yang tenang dan tenteram. Al-Quran telah menunjukkan resep bagaimana agar kita dapat meraih hati yang tenang dan tenteram, yaitu: hendaklah kita senantiasa mengingat Allah SWT (Q.S. 13 : 28).&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Dengan senantiasa mengingat Allah SWT, kita akan selalu yakin atas keberadaan-Nya sebagai &lt;i&gt;Rabbul ‘Alamin&lt;/i&gt; (Maha Pemelihara Alam Semesta). Keyakinan ini menjadikan kita yakin bahwa kita tidak hidup seorang diri. Kita juga menjadi yakin bahwa kalau kita bekerja keras dengan didasari niat yang baik serta memenuhi kehendakNya (perintah dan laranganNya), Sang Maha Pencipta pun akan menolong kita.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Bila keyakinan seperti itu terus kita pelihara dalam diri kita, Insya Allah, kita tidak akan lagi dihinggapi perasaan gelisah atau cemas akan kelangsungan hidup kita, sekalipun berbagai kesulitan hidup tengah mendera kita. Justru dengan kesulitan-kesulitan hidup itu, barangkali Sang Maha Pencipta sedang menguji cinta kita kepadaNya.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Dengan hati yang tanpa beban, tersenyum akan terasa sangat ringan. Demikian pula sebaliknya, dengan senyum yang tanpa beban, maka hati akan terasa ringan. Seorang ulama pernah memberikan nasihat, jika kita merasakan dada sesak disertai dengan keinginan untuk menangis, cobalah paksakan untuk tersenyum. Senyum dapat menjadi terapi kejiwaan untuk mengurangi kesesakan dada dan dorongan untuk bersedih.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Di samping menimbulkan dampak positif kepada si empunya, senyum juga sekaligus memberi dampak positif kepada orang yang disenyumi. Senyum adalah cara yang paling mudah dan paling murah untuk berbagi sukacita, harapan, dan kebahagiaan kepada sesama. “Senyummu yang kau tunjukkan kepada saudaramu, adalah sedekah” (Sabda Rasulullah SAW).&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Mari berdo’a&lt;/span&gt; &lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Ya Allah…, aku memohon perlindungan dengan kalimat-kalimatMu yang sempurna – dari kemarahanNya dan siksaNya, dari kejelekan hamba-hambaNya, dan dari godaan syaithon. Ya Allah…, aku memohon perlindungan kepadaMu dari semua itu. (H.R. Ibnu Sina).&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Ya Allah…, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada Engkau dari susah dan duka, dan aku memohon perlindungan kepada Engkau dari lemah dan malas, dan aku memohon perlindungan kepada Engkau dari penakut dan kikir, dan aku memohon perlindungan kepada Engkau dari tertindih hutang dan kezaliman orang lain. (H.R. Abu Dawud). &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-2866381507807146109?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/buXYMhu_OYE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/buXYMhu_OYE/senyum.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/R9YXuMy6-fI/AAAAAAAAAEc/o7CMd2Tbsyg/s72-c/Smile.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2008/03/senyum.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-590669984752477446</guid><pubDate>Thu, 06 Mar 2008 02:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-10T18:46:45.946+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen dan Puisi</category><title>Walau cuma mimpi</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/R89b-yDTlEI/AAAAAAAAAD0/nf0fide5d-A/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/R89b-yDTlEI/AAAAAAAAAD0/nf0fide5d-A/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5174455631017645122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memandang rembulan malam&lt;br /&gt;Rasa takjub menyelimuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memandang bintang terang&lt;br /&gt;Terpesona seluruh hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memandang wajah mentari&lt;br /&gt;Gagah terang menyinari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memandang luasnya samudera&lt;br /&gt;Kecil sekali diri ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memandang megahnya gunung&lt;br /&gt;Rasa kagum merasuki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepunyaan siapakah rembulan&lt;br /&gt;Kepunyaan siapakah bintang&lt;br /&gt;Kepunyaan siapakah mentari&lt;br /&gt;Kepunyaan siapakah samudera&lt;br /&gt;Kepunyaan siapakah gunung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memuncak hasrat hati&lt;br /&gt;ingin bertemu Sang Pemilik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara padaNya&lt;br /&gt;Bercengkrama padaNya&lt;br /&gt;Berpandangan padaNya&lt;br /&gt;Berhamba padaNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah angin hembuskan hasratku&lt;br /&gt;Dapatkah burung terbangkan keinginanku&lt;br /&gt;Dapatkah hujan membasahi kemauanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau cuma lewat mimpiku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-590669984752477446?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/oKQejInHgHE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/oKQejInHgHE/walau-cuma-mimpi.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/R89b-yDTlEI/AAAAAAAAAD0/nf0fide5d-A/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2008/03/walau-cuma-mimpi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-330108373127470259</guid><pubDate>Mon, 30 Apr 2007 03:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-10T18:46:46.143+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kenakalan remaja</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">makan bersama</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">keluarga</category><title>Makan Bersama di Rumah</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/RjVrgYL5mbI/AAAAAAAAAAg/b_HFptV64Rw/s1600-h/makan+bersama.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5059067960412969394" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/RjVrgYL5mbI/AAAAAAAAAAg/b_HFptV64Rw/s320/makan+bersama.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:130%;"&gt;Makan bersama keluarga di rumah merupakan suatu kegiatan positif di dalam rumah tangga untuk terus meningkatkan nilai-nilai kebersamaan dalam keluarga. Dengan adanya kegiatan makan bersama keluarga di rumah, kita dapat lebih mendalami karakter dari masing-masing anggota keluarga dan meningkatkan ikatan batin antara satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:130%;"&gt;Menurut penelitian, seringnya melakukan makan bersama keluarga selain untuk menjalin kebersamaan dalam tiap anggota keluarga, juga untuk mengenalkan pada anak suatu konsistensi dan rutinitas, melatih anak berkomunikasi, tata krama, gizi dan kebiasaan makan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu saja, ternyata juga membawa perkembangan baik bagi remaja, dan ini telah terbukti dalam penelitian. &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Remaja yang makan bersama keluarga, akan lebih berprestasi di sekolahnya dan lebih kecil kemungkinan untuk jatuh dalam pergaulan yang buruk seperti menggunakan obat-obatan dan alkohol, dan kemungkinan untuk mengalami masalah psikis seperti depresi, dibanding dengan remaja yang jarang makan bersama keluarganya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini dilakukan terhadap 4.700 remaja, dan kepada mereka semua ditanyakan berapa sering mereka makan bersama keluarga dan seberapa dekat mereka dengan keluarganya. Hampir 27% remaja, makan bersama keluarga sedikitnya 7 kali dalam seminggu dan sekitar sepertiganya, makan satu atau dua kali dalam seminggu, atau tidak pernah sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin sering mereka makan bersama keluarga, semakin kurang kemungkinan mereka menggunakan &lt;i&gt;obat-obatan, alkohol, dan rokok. Juga dalam hal masalah psikis, mereka lebih sedikit yang mengalami depresi, rasa rendah diri, keinginan atau pikiran untuk bunuh diri.&lt;/i&gt; Dan prestasi mereka di sekolah lebih baik. Dan kegunaan makan bersama ini, terutama terlihat pada remaja wanita, walau pada remaja pria juga terlihat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"   style="font-family:times new roman;font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, mari kita biasakan kembali makan bersama dengan keluarga di rumah minimal 1 kali dalam sehari, ya selain untuk menghindari hal-hal negatif yang bisa terjadi pada anggota keluarga, makan bersama dengan keluarga juga bisa membuat berat badan anggota keluarga bertambah karena membuat nafsu makan bertambah. Nah, rasakan manfaatnya sendiri. Wallahu 'alam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-330108373127470259?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/hihJoHpMxcU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/hihJoHpMxcU/makan-bersama-di-rumah.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/RjVrgYL5mbI/AAAAAAAAAAg/b_HFptV64Rw/s72-c/makan+bersama.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2007/04/makan-bersama-di-rumah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-117246418970303517</guid><pubDate>Mon, 26 Feb 2007 04:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-18T13:05:37.132+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ketiak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info dan Tips</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bau badan</category><title>Bau Badan</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJbCCn553I/AAAAAAAAAJ4/g8y1wv_ho9o/s1600-h/bau+badan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269874604599011186" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 101px; CURSOR: hand; HEIGHT: 101px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJbCCn553I/AAAAAAAAAJ4/g8y1wv_ho9o/s200/bau+badan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bau badan alias BB adalah sesuatu yang pasti dimiliki oleh setiap orang dan hal itu bukanlah suatu permasalahan yang besar. Jika kemudian BB berbau tidak sedap, besar kemungkinan orangnya jorok sekali. BB tidak bisa dihilangkan tapi hanya bisa dicegah agar tidak terlalu bau. BB yang sangat menyengat dapat mengganggu orang-orang disekitarnya dan membuat sipenderita BB tidak percaya diri sehingga ada yang menyamakan sipenderita BB dengan “embeee….”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BB adalah aroma yang ditimbulkan oleh keringat, diproduksi oleh kelenjar keringat yang tercampur bakteri sehingga menimbulkan aroma keringat yang kurang sedap. Masing-masing orang mempunyai BB yang berbeda dan khas. Setiap bagian badan pun memiliki bau spesifik. Bau yang dihasilkan bisa bersumber dari berbagai bagian organ diantaranya, bau mulut, liang telinga, kulit kepala, dan ketiak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BB yang berasal dari bau ketiak dihasilkan oleh kelenjar keringat apokrin di ketiak yang tercampur bakteri. Karenanya bau ketiak (axillary odor) termasuk bau yang paling menonjol diantara bau-bau lainnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dewasa memiliki 2 juta kelenjar keringat yang terbagi atas kelenjar ekrin dan apokrin. Kelenjar apokrin berbentuk lebih besar dari kelenjar ekrin, terdapat hanya di beberapa bagian tubuh seperti ketiak, sekitar payudara dan pusar serta alat genital. Kelenjar ini menghasilkan cairan kental sebagai pelicin sehingga tidak terjadi gesekan antar kulit untuk menghindari kelecetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bau khas keringat ini baru timbul setelah bakteri pada kelenjar apokrin aktif. Kelenjar apokrin lebih banyak terdapat pada pria dibandingkan wanita, dan baru berfungsi setelah mencapai usia pubertas. Makanya problem kebanyakan remaja selain jerawat adalah bau badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya keringat itu tidak berbau seberapa banyaknya. Keringat itu hanya faktor pemicu sedangkan yang menimbulkan bau adalah bakteri atau kuman. Kuman ini muncul karena badan tidak bersih atau juga karena pola makanan. Jadi BB muncul karena orang tersebut kurang merawat kebersihan badannya. Untuk itu disarankan mandi minimal 2x sehari dan tidak asal mandi tapi harus benar-benar bersih. Bahkan sabun mandinya pun harus diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang sudah terlanjur terkena BB, gunakanlah sabun antiseptik untuk mencegah BB. Namun bagi yang mudah alergi (atopik), sebaiknya jangan terlalu sering memakai sabun antiseptic. Lebih baik memakai sabun yang natural saja. Pemakaian sabun antiseptik dilakukan jika tubuh benar-benar kotor misalnya sehabis berkebun atau bermain bola di lapangan becek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tips untuk menghilangkan BB:&lt;br /&gt;1. Kebersihan tubuh haruslah dijaga terutama pada daerah berambut. Mandi minimal 2x sehari dan keramas 2-3x seminggu. Kalau perlu pakai sabun antiseptik.&lt;br /&gt;2. Sehabis mandi taburkan bedak yang bersifat menyerap air (higroskopis) ke seluruh tubuh. Bisa juga mengoleskan deodorant ke ketiak.&lt;br /&gt;3. Gunakan pakaian yang terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat, dan cucilah pakaian yang telah dipakai (hindari pemakaian dua kali).&lt;br /&gt;4. Jangan terlalu sering makan yang panas, baik suhu maupun bumbunya. Juga hindari makanan tertentu yang menimbulkan bau seperti bawang putih atau merah, jengkol atau petai.&lt;br /&gt;5. Jika tubuh berkeringat, segera mengelap dan kalau perlu segera ganti baju.&lt;br /&gt;6. Dapat juga menaburkan tawas halus ke ketiak atau bagian-bagian yang banyak memproduksi keringat.&lt;br /&gt;7. Sesekali minum ramuan air daun sirih atau bila perlu mandi dengan air daun sirih. Sebab, air daun sirih mengandung astrigent yang dapat mengurangi produksi kelenjar keringat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-117246418970303517?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/w3kR5lMe8jk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/w3kR5lMe8jk/bau-badan.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJbCCn553I/AAAAAAAAAJ4/g8y1wv_ho9o/s72-c/bau+badan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2007/02/bau-badan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-116229895331993323</guid><pubDate>Tue, 31 Oct 2006 12:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-28T16:40:42.240+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tokoh</category><title>Riwayat Hidup Singkat "H. MAS MUCHAMMAD SYA’RANI"</title><description>Salam’alaikum Wr. Wr., para pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kali ini, saya ingin memaparkan sebuah Riwayat Hidup Singkat dari Uyut (Ayahnya kakek saya dari pihak Ibu) saya, yang semoga Allah SWT, selalu merahmati beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Mas Muchammad Sya’rani, dilahirkan pada tanggal 25 Mei 1900, di Ciruas – Serang – Banten. Beliau merupakan putera tertua dari pasangan Mas Machdjum dan Nyi Asyifah, dan mempunyai 7 orang saudara/i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau hanya sempat menyelesaikan pendidikannya di Normal School, Cirebon. Namun beliau senantiasa berusaha memperdalam pengetahuannya di berbagai bidang, khususnya yang menyangkut bidang keagamaan dan pengetahuan kemasyarakatan secara otodidak. Beliau gemar sekali mengisi waktu senggangnya dengan membaca maupun menghadiri majelis-majelis ta’lim dan bersilaturahim dengan para kiayi di berbagai pesantren.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegemaran beliau akan ilmu pengetahuan telah membawanya ke dunia pendidikan dan memilih dharma baktinya menjadi seorang guru yang tidak mengenal keluhan dan tahan uji. Beliau dikenal sebagai seorang guru yang memiliki semangat pengabdian sangat tinggi, berpandangan luas, penuh toleransi dan persahabatan dengan segenap golongan masyarakat luas. Sebagai salah satu gambaran toleransi beliau yang sangat tinggi adalah, di masa tahun 1950-an di kota Serang – Banten, beliau sebagai salah satunya orang pribumi yang selalu melayat dan turut mengantarkan teman/kenalan non pribumi (Cina) yang meninggal sampai ke tempat peristirahatannya yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga dikenal senantiasa memegang teguh dalam akidah dan hal-hal yang bersifat prinsip terutama yang menyangkut kaidah-kaidah hukum tanpa mengurangi penghargaan dan kehormatan seseorang meskipun memiliki pandangan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Haji beliau ke tanah suci Makkah al-Mukarramah, meskipun hanya dapat dilaksanakan sekali saja pada tahun 1958, telah mengubah cara dan gaya hidupnya yang semula bergaya “moderen” menjadi “konservatif”. Namun perubahan gaya hidupnya ini tidak menjadikannya berfikir “fanatis / sempit” ataupun mengurangi toleransi dan penghormatannya kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-harinya, beliau amat bersahaja dan dikenal dekat dengan mempunyai rasa persahabatan yang hangat, baik dengan para Ulama khususnya yang setingkat dengan zamannya dan dengan yang lebih muda usia darinya, maupun dengan para tokoh “Jawara / Pendekar” serta dengan para tokoh masyarakat lainnya. Beliau acapkali menjadi tempat bertanya dan senantiasa menyediakan waktunya untuk orang-orang yang berkunjung kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Mas Muchammad Sya’rani mempunyai pribadi yang senantiasa ingin memanfaatkan dirinya untuk hal-hal yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan agama. Sepanjang karier hidupnya sebagai seorang guru hingga menjalani pensiun sebagai Kepala Sekolah Rakyat Negeri No.1 di Serang dan beberapa tahun sebelum akhir hayatnya, beliau masih tetap menunjukkan kepeduliannya dalam usaha mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Beliau tidak ingin melihat bangsa Indonesia tetap dalam keadaan bodoh, tidak maju, sehingga mudah dijajah oleh bangsa lain. Untuk itulah dalam mengisi kehidupannya, beliau senantiasa peduli terhadap persoalan-persoalan yang sedang dihadapi oleh bangsa dan negara, khususnya untuk menghilangkan kebodohan dan merestui putera-puterinya mendirikan sebuah Yayasan Pendidikan Al-Chasanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga senantiasa terbuka dan senang hati memberikan pelajaran, ilmu serta nasehat-nasehat bagi yang memerlukannya. Beliau tidak segan-segan dan tidak kenal malu ataupun merasa rendah untuk mendengar fatwa-fatwa atau wejangan-wejangan maupun pandangan-pandangan dari para Ulama dan sesepuh masyarakat lainnya bagi kemajuan wawasan dan ilmu yang berguna. Kerendahan hati beliau, khususnya terhadap para Kiayi ataupun Ulama diwujudkannya dengan bentuk penghormatan dengan menempatkan mereka pada tempat yang utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Mas Muchammad Sya’rani berpulang ke Rahmatullah dengan tenang pada tanggal 9 Oktober 1993, sekitar pukul 17.50 (maghrib) WIB, di Jl. DR. Makaliwe, Grogol – Jakarta Barat (rumah salah seorang anaknya, H. M. Chasanul Iman, yang setia dan sabar merawat beliau). Beberapa waktu sebelum beliau wafat, beliau mengumpulkan seluruh putera dan puterinya yang masih ada dan berpesan, “TETAPLAH KALIAN BERSATU DAN JANGAN BERCERAI BERAI, SENANTIASA BERSAMA DALAM KEADAAN BAGAIMANAPUN JUGA UNTUK MENGHADAPI BERBAGAI KESULITAN.” Beliau telah dikaruniai oleh Allah SWT, sejumlah putera dan puteri dari perkawinannya dengan Hj. Chasanah binti Kiayi Haji Nasichoen, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. H.M. Oemar Sanusi (Alm.)&lt;br /&gt;2. Hj. Atuchah Choefrani&lt;br /&gt;3. H.M. Joesoef Effendi, S.H.&lt;br /&gt;4. Siti Salsiah (Almh.)&lt;br /&gt;5. H.M. Chasan Ibrahim (Alm.)&lt;br /&gt;6. Hj. Maniatun Nufus Mustihar (Almh.)&lt;br /&gt;7. H.M. Chasanul Iman&lt;br /&gt;8. H.M. Zainal Arifin&lt;br /&gt;9. Hj. Badariah Elman&lt;br /&gt;10. H.M. Achsan Tholib, Sm Hk. (Alm.)&lt;br /&gt;11. H.M. Wasal Falah, S.H.&lt;br /&gt;12. Nura’eni Sulaeman&lt;br /&gt;13. keguguran&lt;br /&gt;14. H.M. Ichsan Kamil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Riwayat Singkat mengenai H. Mas Muchammad Sya’rani, semoga bermanfaat terutama untuk anak, cucu, cicit dan keturunan beliau. Aamiin ya Robbal ‘alamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** *** ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 Butir Nasehat H. Mas Muchammad Sya’rani kepada putera-puterinya&lt;br /&gt;di awal tahun 1960-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Anakku, apabila engkau tidak ingin terkalahkan oleh siapapun juga, maka bertahajudlah engkau. Niscaya tidak seorangpun yang akan dapat mengalahkanmu.&lt;br /&gt;2. Anakku, janganlah engkau mencari ilmu yang bersifat syirik atau membawa kea rah kesyirikan.&lt;br /&gt;3. Anakku, hormatilah senantiasa gurumu itu, sekalipun engkau telah menjadi orang (cerdik pandai atau berpangkat). Janganlah sekali-kali engkau menyebutnya dengan “bekas guru”. Sesungguhnya tidak ada istilah “bekas guru” itu, ia tetap gurumu walaupun engkau sudah melebihinya. Terlebih lagi, ayahmu adalah seorang guru.&lt;br /&gt;4. Anakku, apabila engkau diperintahkan oleh orang tuamu, maka bersegeralah untuk melaksanakannya dan jangan menunda-nunda serta jangan sekali-kali membantahnya. Seandainya perintah itu melanggar aturan/hukum (agama), hendaklah kamu tetap dengan penuh hormat untuk menolaknya.&lt;br /&gt;5. Anakku, apabila engkau kurang pandai, engkau harus kaya. Kalau engkau tidak berpunya maka engkau harus pandai.&lt;br /&gt;6. Anakku, bergaulah engkau seluas-luasnya tanpa memandang golongan dan berusahalah atau pandai-pandailah engkau mengambil manfaat dari semua teman pergaulanmu.&lt;br /&gt;7. Anakku, ayahmu tidak akan menghalangi pilihanmu untuk menikah dengan siapapun, apakah ia Cina, Belanda, Inggris ataupun bangsa lainnya asal engkau dapat membawanya atau menjadikannya seorang muslim/muslimah.&lt;br /&gt;8. Anakku, selagi engkau menuntut ilmu, janganlah engkau banyak bertanya mengenai syarat-syarat atau persyaratannya, lakukan saja apa yang telah diberikan kepadamu sepanjang gurumu itu tidak mengemukakan syarat-syaratnya. Karena itu merupakan kemurahan atau keringanan dari gurumu.&lt;br /&gt;9. Anakku, ketahuilah, di zaman serba maju sekarang ini yang penting adalah bukan gelar kebangsawanan ataupun keturunan tetapi yang penting dan menentukan adalah ilmu, kekayaan dan kedigdayaan (ksatria/jawara). Maka usahakanlah engkau mencapai ketiga hal tersebut. Apabila engkau tidak mencapai ketiganya, minimal salah satu diantaranya. Dan janganlah sekali-kali engkau merasa diri yang paling pintar dan benar.&lt;br /&gt;10. Anakku, biarlah seluruh manusia membencimu asalkan Allah SWT, tidak membencimu. Kalau engkau ingin berbahagia dunia dan akherat, serahkan/pasrahkan segala sesuatunya kepada Allah SWT. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-116229895331993323?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/CRtmoIjow0A" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/CRtmoIjow0A/tokoh-riwayat-hidup-singkat-h-mas.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2006/10/tokoh-riwayat-hidup-singkat-h-mas.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-116141186834327430</guid><pubDate>Sat, 21 Oct 2006 06:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-28T16:43:26.097+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen dan Puisi</category><title>Mengapa, Ayah?</title><description>Ayah…&lt;br /&gt;Itu siapa, ayah?&lt;br /&gt;Kenapa ia melakukan itu, ayah?&lt;br /&gt;Apa gunanya, ayah?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah…&lt;br /&gt;Bukankah itu rakyat, ayah?&lt;br /&gt;Mengapa mereka berdemo, ayah?&lt;br /&gt;Apa yang mereka keluhkan, ayah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah…&lt;br /&gt;Mengapa rakyat kita selalu mengeluh, ayah?&lt;br /&gt;Mengeluh akan penderitaannya, ayah.&lt;br /&gt;Mengeluh akan kesedihannya, ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah…&lt;br /&gt;Mengapa tidak ada yang membantu mereka, ayah?&lt;br /&gt;Mengapa tidak ada yang memperhatikan mereka, ayah?&lt;br /&gt;Mengapa tidak ada yang menghapus tangisan mereka, ayah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah…&lt;br /&gt;Kemanakah para pemimpin kita, ayah?&lt;br /&gt;Mengapa mereka tidak kelihatan, ayah?&lt;br /&gt;Padahal rakyat ingin berkeluh-kesah, ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah…&lt;br /&gt;Apakah para pemimpin itu sudah tidak peduli lagi, ayah?&lt;br /&gt;Apakah para pemimpin itu sudah tidak punya telinga lagi, ayah?&lt;br /&gt;Apakah sengaja rakyat dibiarkan begitu saja, ayah?&lt;br /&gt;Dibiarkan buta…&lt;br /&gt;Dibiarkan tuli…&lt;br /&gt;Dibiarkan bisu…&lt;br /&gt;Dibiarkan lumpuh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah…&lt;br /&gt;Mengapa hal ini tidak kunjung terselesaikan, ayah?&lt;br /&gt;Mengapa hal ini malah…&lt;br /&gt;Oh…, aku jadi tambah bingung, ayah.&lt;br /&gt;Berikanlah aku jawabannya, ayah.&lt;br /&gt;Agar hatiku ini tentram. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-116141186834327430?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/UUThFv5NuQU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/UUThFv5NuQU/puisi-mengapa-ayah.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2006/10/puisi-mengapa-ayah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-116141053677927871</guid><pubDate>Sat, 21 Oct 2006 05:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-18T13:09:25.847+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">anak-anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mr. Ziauddin Sardar</category><title>Biarkan anak bertanya</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/1600/child.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/320/child.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sabtu, 21 Oktober 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merasa puas bersepeda ria pada pagi hari di Bulan Ramadhan 1427 H. Aku mencari tempat istirahat yang nyaman untuk disinggahi sambil menunggu matahari pagi bersinar dengan cerah tuk merasakan kehangatan cahayanya. Setelah celinguk sana celinguk sini, pada akhirnya kuputuskan untuk beristirahat di pelataran alun-alun kota Banten yang cukup luas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mengistirahatkan badan dan membersihkan sepeda dengan lap kecil. Tepat di sebelah kananku, ada seorang bapak yang sedang memangku anaknya yang masih, kira-kira, berumur 4 tahun. Sepertinya mereka juga sedang menunggu saat-saat matahari menampakkan cahayanya menerangi kota Banten ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu juga, sang anaknya tersebut mengeluarkan beberapa pertanyaan yang diajukan kepada ayahnya. Untuk beberapa pertanyaan awal, sang ayah nampaknya masih bisa menjawab pertanyaan dari anaknya tersebut, namun, setelah timbul terus pertanyaan-pertanyaan ringan yang baru dari sang anak, ternyata cukup membuat sang ayah kewalahan juga sehingga pada akhirnya sang ayah mengeluarkan kata-kata, “Huss! Jangan banyak ngomong, ah! Kan ayah sudah bilang jangan rewel kalau ikut ayah!”. Setelah mendapat jawaban seperti itu dari sang ayah, akhirnya, sang anak diam. Di keterdiamannya itu, terlihat kerutan di dahi anak tersebut. Nampak dari wajahnya ada rasa ketidakpuasan dan ketidaknyamanan dari dalam dirinya yang sebenarnya ingin ia dapatkan rasa tersebut dari sang ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kejadian tersebut, hati saya langsung merasa iba melihat anak yang masih polos dan lugu itu. Betapa tidak, setelah mendengar beberapa pertanyaan, yang menurut saya, adalah pertanyaan cerdas, eh, sang ayah malah menyuruhnya diam karena anaknya tersebut dianggap rewel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas, langsung saja saya ingat sebuah dialog antara seorang pemikir Islam asal Inggris, Mr. Ziauddin Sardar, dengan tiga orang reporter dari Republika yang membicarakan tentang masalah ‘masa depan dan agenda Islam’ di salah satu ruang di British Council.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dialog tersebut, Mr. Ziauddin Sardar, mengatakan bahwa, “Menurut saya, kebanyakan Muslim tidak benar-benar memahami nilai Islam. Mereka pikir nilai Islam itu hanya shalat, puasa, zakat. Mereka tidak berpikir bahwa bertanya itu adalah juga nilai Islam. Mereka tidak menjadikan bertanya sebagai kunci dari nilai-nilai Islam. Padahal, kalau Anda lihat al-Quran, di sana penuh dengan pertanyaan. Dialog pertama Nabi Muhammad SAW, saat menerima wahyu adalah bertanya. Saat Nabi diminta untuk membaca, beliau mempertanyakan, apa yang harus dibaca. Jadi mengapa kita tidak jadikan bertanya sebagai nilai Islam. Jadi, buat saya, bertanya itu adalah nilai dasar Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau menurutku, apa yang dikatakan oleh Mr. Ziauddin itu adalah suatu hal yang benar. Dimana tindakan bertanya itu juga merupakan nilai Islam. Maka untuk menumbuhkan nilai-nilai Islam di dalam diri seorang Muslim haruslah ditanam saat dia masih kecil atau bahkan semasa masih dibuaian. Bukankah saat seorang bayi yang menangis itu merupakan suatu pertanyaan yang diajukan kepada para orang tuanya untuk mengatakan, “Ayah/Ibu…, mana susuku? Aku haus nih,” atau “Ayah/Ibu…, mana makananku? Aku lapar nih,” atau “Ayah/Ibu…, mana perhatianmu? Aku mau digendong nih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi…, wahai para orang tua yang mulia dan mudah-mudahan Allah SWT, selalu merahmati. Mari biasakan di dalam diri kita untuk mendidik dan membiarkan anak-anak kita selalu bertanya tentang apa-apa yang mau dipertanyakannya. Karena dengan pertanyaannya itulah, seorang anak akan belajar membaca dan berfikir sehingga akan sesuai dengan kehendak Allah SWT, dalam surah al-Alaq; ayat 1-5, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kini tinggal kita sebagai orang tua atau calon orang tua yang harus selalu siap terhadap semua berbagai pertanyaan yang akan diajukan oleh semua anak-anak kita dengan memberikan jawaban-jawaban yang mendidik dan bermanfaat, sebelum Allah SWT, yang akan bertanya kepada kita perihal anak-anak kita. Semoga…, Allah SWT, memberikan kepada kita kesanggupan untuk melaksanakan sebuah amanah yang telah dipikulkan-Nya kepada kita semua. Aamiin aamiin ya Robbal’aalamiin. Wallahu ‘alam bishshowab. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-116141053677927871?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/4hjGRnTIJvs" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/4hjGRnTIJvs/opini-biarkan-anak-bertanya.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2006/10/opini-biarkan-anak-bertanya.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-115773466465742014</guid><pubDate>Fri, 08 Sep 2006 16:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-04-25T21:51:28.676+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen dan Puisi</category><title>Cerpen: P E R M A T A</title><description>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/1600/1.2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/320/1.2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suara tangis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudengar suara tangis seseorang dari dalam. Aku yang saat itu sedang menonton putaran siaran langsung sepak bola Liga Inggris, menjadi tergerak juga untuk mencari dimana sumbernya berada. Aku bangkit dari depan tv. Kuperiksa kamar utama yang menjadi tempat tidurku bersama istri. Tidak ada. Langsung aku menuju ke kamar anak kami satu-satunya, Permata. Benar saja, suara tangis itu berasal dari dalam kamarnya. Suara isak tangisan Permata sepertinya ditahan-tahan supaya tidak terlalu didengar oleh orang lain. Namun tetap saja dapat didengar terutama olehku yang berada di ruang tv, yang tidak berada jauh dari kamarnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salam’alaikum sayang…, sedang apa di dalam? Boleh Ayah masuk?” kataku sambil mengetuk pelan pintu kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, suara tangisannya menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sayang…, ini Ayah. Bolehkan Ayah masuk?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu-pun terbuka dengan Permata, anak semata wayangku, di depanku. Wajahnya memerah dengan mata sembab dan berkaca-kaca. Rambutnya yang hitam panjang sebahu tampak awut-awutan. Bajunya yang berwarna merah jambu dengan gambar bunga-bunga kecil, basah oleh air mata dan keringatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh kok…, kenapa putri Ayah menangis? Biasanya putri Ayah selalu ceria. Ada apa gerangan? Boleh Ayah tahu ada apa?” kataku yang langsung berjongkok di depan Permata sambil memegang bahunya dan menyeka air matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi Permata menjawab pertanyaanku. Ia langsung saja menabrakku dengan pelukannya, lalu menangis kembali dan berkata, “Ibu jahat, Ayah. Ibu jahat!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh…, kenapa Ibu jahat? Masa sih, Ibu jahat sama Permata yang cantik dan baik hati,” kataku sambil mengangkat dan menggendongnya lalu menuju ke tempat tidurnya. Kuletakkan ia di kasur dan aku duduk di sampingnya. Ku elus-elus rambutnya yang halus seperti sutra. Kupancarkan senyuman kepadanya untuk mencoba meredakan tangisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit demi sedikit tangisannya mulai mereda dan akhirnya berhenti. Wajah Permata memancarkan rasa sedih karena ia barusan dimarahi sama Ibunya, yaitu istriku. Sebenarnya aku-pun agak heran juga, tidak biasanya istriku marah terhadap anak semata wayangnya ini. Biasanya ia sangat lembut dan penuh kasih sayang didalam mengurus Permata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah… Ibu kok jahat sama Permata? Tadi Permata dimarahi sama Ibu. Permata sedih, Ayah. Kenapa Ibu sampai memarahi Permata seperti tadi, Ayah?” kata Permata sambil mau menangis kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eee…, kok mau nangis lagi… Enggak apa-apa kok, Ibu tidak jahat dan tidak marah sama Permata. Memangnya, kenapa Ibu sampai demikian sama Permata?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permata diam sebentar. “Tadi Permata belum mengerjakan salat lalu ditegur sama Ibu. Namun, Permata belum juga mengerjakan salat karena Permata masih mau menyelesaikan PR Permata dulu, Ayah. Lalu Ibu datang kembali dan menanyakan apakah Permata sudah salat. Setelah Ibu tahu bahwa Permata belum salat juga, lalu Ibu memarahi Permata. Permata hanya diam pas dimarahi sama Ibu. Setelah Ibu pergi, Permata jadi sedih, mengapa Ibu yang biasanya baik sama Permata tapi kali ini kok tidak. Permata jadi sangat sedih, Ayah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooo…, begitu. Nah, sekarang Permata sudah salat belum?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permata mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagus…, itu baru namanya anak Ayah dan Ibu yang cantik dan pintar. Permata tahu nggak, kenapa Ibu sampai marah sama Permata karena Permata melalaikan salat. Itu berarti…, Ibu sayang sama Permata. Ayah dan Ibu memang sangat senang bila anak Ayah dan Ibu rajin didalam mengerjakan salat. Ayah dan Ibu tidak mau Permata masuk Neraka dan disiksa sama Allah SWT, nanti di Akhirat. Permata tahu kan, bila ada orang yang tidak mengerjakan salat maka ia akan disiksa dan dimasukkan oleh Allah SWT, ke dalam Neraka Jahannam selama-lamanya. Iiiiihhh…, ngeri kan,” kataku menggeliat dan memasang wajah takut sambil bercanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permata pun tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ok…, sekarang Permata harus janji…, untuk tidak melalaikan salat lima waktu lagi, bagaimana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, Ayah. Permata janji tidak akan melalaikan salat lagi,” katanya sambil memelukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku-pun memeluknya, mencium keningnya sambil berdo’a di dalam hati, “Ya Allah…, ampuni dosa-dosa kami, ampuni dosa-dosa kedua orang-tua kami dan jadikanlah keturunan kami, anak-anak yang sholeh dan sholehah yang ta’at kepada perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu. Aamiin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah…, Ayah…, kata Ibu Guru, di surga itu ada Bidadari ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, benar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa Bidadari itu cantik, Ayah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sangat cantik. Bahkan kecantikannya tiada tara.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah…, apakah Permata kalau sudah besar nanti akan secantik bidadari?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku-pun tersenyum. “Iya…, kalau kamu besar nanti akan secantik Bidadari. Karena kamu, bagi Ayah dan Ibu, adalah Bidadari yang menghiasi rumah ini.” Permata-pun tersenyum. Terlihat gigi-giginya yang masih belum rapih. “Tapi Permata, kecantikan wajah itu tidaklah penting, yang terpenting adalah kecantikan hati, disini…, dihati,” kataku menambahkan sembari menunjuk ke dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, Ayah…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah ya…, Ayah keluar dulu. Salam’alaikum sayang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wa’alaikumsalam warohmatullah wabarokatuh, Ayah,” kata Permata sambil mencium tangan kananku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku-pun keluar dari kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang. Terkadang didalam rumah-tangga, apabila ada salah satu orang-tua yang keras didalam mendidik anak-anaknya, maka harus ada orang-tua yang bersikap lembut sebagai penyeimbangnya. Sehingga nantinya tidak akan menimbulkan suasana rumah-tangga yang memanas, yang berdampak akan adanya tekanan mental yang berlebihan pada anggota keluarga. Kalau bisa, kedua orang-tua haruslah bersikap lembut didalam mendidik anak-anaknya supaya tidak menurunkan sifat-sifat kasar dan pemarah pada anak-anaknya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu Minggu pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah…, Permata pamit dulu, ya. Ntar Permata kasih kabar kalau sudah sampai di tempat piknik lewat Hand Phone Ibu, ya Bu ya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, iya…,” kata istriku. “Aku pamit juga, ya Mas,” sembari mencium tangan kananku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami-pun saling berangkulan dan memberi salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salam’alaikuuum,” kata mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari Minggu ini, sekolahnya Permata mengadakan acara piknik bersama. Mereka berencana pergi ke Bogor untuk mengunjungi Taman Safari dan Kebun Raya Bogor. Seharusnya, Aku-pun harus pergi juga bersama mereka. Namun, Aku sudah memiliki janji yang tidak boleh kuingkari. Aku sudah janji untuk menemui klien-ku yang membutuhkan pertolongan untuk dibela di ruang sidang pengadilan . Kasus yang akan kutangani ini cukup serius. Kasus korupsi yang menelan uang triliyunan rupiah. Tapi kali ini, aku harus membela si tertuduh karena si tertuduh telah lebih dahulu meminta tolong kepadaku untuk melawan pengacara-pengacara terkenal yang membela pemerintah. Walaupun mungkin, orang yang akan kubela ini memang benar korupsi, aku harus tetap membelanya sampai berhasil. Aku tahu, membela orang yang salah adalah salah, tetapi aku tidak punya pilihan lain karena aku juga sudah terikat sumpah jabatan sebagai pengacara dimana seorang pengacara harus selalu siap untuk membela semua perkara orang-orang yang meminta pertolongan jasanya. Itu kode etiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua berkas yang telah kupersiapkan tadi malam telah kutaruh di dalam mobil. Dengan Bismillah, aku-pun berangkat. Baru tiga puluh menit berlalu saat aku masih menikmati kemacetan di jalan raya. Telepon genggamku berbunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selamat pagi, Pak. Apa benar Bapak yang bernama Muhammad Yusuf?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar, Pak. Ini dari siapa, ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami dari Kepolisian Satlantas Bogor, Pak. Kami mau mengabarkan berita duka untuk Bapak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“DEGGG!!!” Hatiku tersentak kaget. “Berita duka, Pak? Berita duka apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang, di jalan tol menuju Bogor sedang terjadi kecelakaan beruntun, Pak. Setelah kami melakukan pemeriksaan terhadap para korban. Teridentifikasi bahwa ada keluarga Bapak, yaitu istri dan anak Bapak yang menjadi korban kecelakaan. Sekarang mereka telah dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati dan kini berada di ruang gawat darurat. Mungkin cuma itu yang bisa kami kabarkan kepada Bapak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Innalillahi wa inna Ilaihi roji’un. Allahu Akbar! Istri dan anakku dalam keadaan kritis. Kendaraan mereka mengalami kecelakaan. Ya Allah…, masih adakah harapan untuk mereka?” kataku membatin. Cepat aku membanting setir untuk mencari jalan pintas menuju ke Rumah Sakit Fatmawati. Tidak kuhiraukan lagi semua rambu-rambu lalu-lintas. Kunyalakan lampu depan mobil yang menandakan aku dalam keadaan terdesak waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Rumah Sakit Fatmawati. Setelah kutanya lewat bagian informasi dimana pasien yang baru datang akibat kecelakaan di jalan tol dengan nama istri dan anakku. Mereka menunjuk ke kamar darurat. Kularikan kakiku dengan cepat untuk sampai disana. Setelah kubuka pintu ruang darurat itu. Ramai sekali para dokter yang menangani para korban. Namun, aku masih belum boleh masuk dan diminta untuk menunggu di ruang tunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah… Selamatkah istri dan anakku? Bagaimanakah keadaan mereka?” dalam keadaan tidak menentu, aku mencoba menghubungi para keluargaku untuk memberitahu hal ini serta memberitahu pegawaiku untuk menemui klienku dan memberitahu bahwa aku berhalangan datang kesana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bapak Muhammad Yusuf!” panggil salah satu dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, saya Dok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mari ikuti saya, Pak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawanya aku ke suatu ruangan dokter. “Silahkan duduk, Pak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dokter, bagaimana istri dan anak saya? Bagaimana keadaannya?” kataku cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hhhmmm…” Dokter itu menarik dan menghembuskan nafasnya dalam-dalam. “Pertama-tama..., saya ingin mengucapkan ma’af kepada anda karena kami tidak bisa menolong istri anda, sedangkan anak anda sekarang dalam keadaan kritis. Kondisinya sekarang koma, banyak bagian tubuhnya yang remuk dan patah. Untuk saat ini, kami belum bisa berbuat apa-apa, hanya menunggu perkembangan selanjutnya dari anak anda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah… Allahu Akbar! Inna lillahi wa inna Ilaihi roji’un. Telah Engkau ambil istriku dari sisiku. Dan sekarang, anakku dalam keadaan kritis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa kubayangkan apa yang telah terjadi. Tubuhku sudah merasa lemas semua. Keringat dingin bercucuran bak mata air. Mataku sedikit berkunang-kunang. Tapi aku masih sadar. Dengan jalan yang bergontai, aku menuju ke ruang jenazah. Fikiranku sedikit mengambang. Tapi aku berusaha untuk terus sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di kamar jenazah. Kulihat jasad-jasad kaku terbujur di tempat tidur ditutupi kain berwarna putih. Suara tangisan dari keluarga yang lain seperti mau membelah bumi. Kucari istriku. Pas di pojok dinding, kulihat wajah yang tidak asing lagi. Wajah yang dulu penuh cinta kepadaku. Wajah yang dulu selalu tersenyum kepadaku. Wajah yang dulu pernah bersamaku, berjanji menjalin ikatan suci di pelaminan. Wajah itu, wajah istriku. Kudatangi perlahan jasadnya. Kupandangi wajahnya. “Ohhh…, aku tak sanggup. Hatiku menjerit. Tangisanku mau meledak. Tapi kalau saja aku tidak ingat sama Tuhan. Aku pasti sudah bergabung dengan orang-orang yang meratapi kepergian keluarganya itu. Aku berusaha tersenyum melihat wajah istriku. Kusapa ia dengan salam. Kuucapkan do’a untuknya supaya ia mendapat ampunan dari Allah swt dan tempat yang layak di sisi-Nya. Setelah itu kukecup keningnya. Kututupi wajahnya dengan kain putih. Sekali lagi. Ku berdo’a untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali aku menuju ke ruangan gawat darurat. Saat menuju kesana. Datang serombongan keluargaku dan keluarga istriku. Mereka memelukku satu persatu. Mencium pipi dan keningku dan berusaha menghiburku. Sebagian dari keluargaku dan keluarga istriku menangis. Langsung saja aku menunjukkan dimana jasad istriku berada. Sebagian kesana dan sebagian lagi ikut denganku ke ruang gawat darurat, dimana Permata berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sore hari, Permata belum boleh dikunjungi. Baru setelah malam harinya, kami boleh masuk ke kamarnya dirawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Permata sayang, ini Ayah. Permata sayang, ma’afkan Ayah, Nak. Ma’afkan Ayah…” kataku lirih dan tidak dapat meneruskan kata-kata. Yang kubisa hanya membelai lembut kepalanya yang sudah dicukur botak karena ada jahitan di kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas jam sepuluh malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aayaaahhh…” suara Permata pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami yang sudah duduk di kursi langsung berhamburan menghampiri Permata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, sayang. Iya, sayang. Ini Ayah, sayang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aayaaahhh… Sakiiitt.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya sayang. Ayah tahu. Sabar ya… Insya Allah, Allah akan menyembuhkan Permata.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aayaaahhh… Ibu mana…?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…, mendengar anakku bertanya tentang Ibunya, aku hanya bisa diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aayaaahhh… Ibu mana…?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu…, Ibu ada sayang..., tapi sekarang sedang tidak disini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permata diam. Matanya melirik kesana dan kemari seperti mencari sesuatu. Sesaat, bibirnya bergerak tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah… Bidadari itu sudah datang. Mereka melihat kepadaku, Ayah. Wajahnya sangat cantik sekali, Ayah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan keluargaku bingung. Kami tidak bisa melihat apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sayang…, Bidadarinya mungkin datang untuk mendo’kan Permata. Mereka sangat senang bila Permata sehat,” kataku untuk menghiburnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak, Ayah. Kata mereka, mereka datang untuk menjemput Permata. Mereka tersenyum pada Permata, Ayah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah…, apakah ini yang dinamakan ajal dengan malaikat mautnya yang akan menjemput anakku? Kalau memang iya, tidak ada yang bisa aku lakukan kecuali membantunya mengucapkan kalimat tauhid.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah…, Bidadarinya menghampiri Permata. Mereka menjulurkan tangannya, Ayah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Permata. Bidadarinya mungkin mau mengajak Permata bermain-main ke surga. Kalau begitu, Permata harus siap ya sayang. Mari Ayah bimbing, coba Permata mengucapkan kalimat dua syahadat seperti yang telah Ayah ajarkan. Ash-hadu an laa ilaaha illa Allah… wa ash-hadu anna muhammad rasulullah…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ash-hadu an laa… ilaaha illa Allah… wa ash-hadu anna… muhammad rasulullah…” Dengan terbata-bata, akhirnya Permata dapat mengucapkan kalimat tauhid dengan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kalimat tauhid yang sempat terucap sebelum mati, sangat mustahil seorang Muslim akan masuk surga. Kalimat tauhid merupakan kuncinya pintu surga. Dan jika seseorang belum juga mengucapkan kalimat tauhid sebelum ajalnya tiba, maka ia dipastikan mati dalam keadaan kafir. Neraka-lah tempatnya. Na’udzubillahi min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan…, mata Permata sedikit demi sedikit tertutup. Kulit tubuhnya berangsur-angsur memucat, dingin. Sebuah senyum manis terukir di bibirnya. Wajahnya ceria. Ia telah puas. Puas bertemu dengan Bidadari yang sangat cantik. Bidadari yang selalu diimpikannya untuk bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua keluargaku menangis. Hanya aku yang tersenyum. Kuusap wajah Permata dan mentelungkupkan tangannya ke dadanya seperti ia sedang salat. Kuciumi keningnya sekali lagi dan sambil berucap, “Tidurlah dengan tenang, sayang. Temani Ibumu yang sudah menunggu disana. Katakan pada Ibumu. Aku menyayangi kalian berdua. Dan semoga Allah swt, juga mengasihi kalian berdua. Selamat jalan sayang. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutarik nafas panjang. Semua keluargaku memelukku. Kemudian aku keluar dari kamar itu. Kucari sebuah musholla. Lalu disana aku mengadu kesedihan kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya. Kukuburkan jenazah istri dan anakku berdampingan di sebuah pemakaman khusus untuk keluarga. Saat itu, suasana begitu teduh disana. Pepohonan yang rimbun menambah kesejukan disekitarnya. Terdengar suara burung-burung berkicauan di atas pohon sana. Harumnya bunga melati dan kamboja, menusuk hidung mewangikan sekitar.&lt;br /&gt;Setelah acara pemakaman selesai. Kini yang tinggal disitu hanyalah Aku. Kupandangi dua makam yang berisi orang yang sangat kusayangi. Sekali lagi, kubacakan do’a-do’a untuk mereka berdua sambil melihat ke sebidang ruang tanah lagi di samping makam mereka berdua…, dimana itu nanti…, adalah tempatku kelak.&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga-surga yang sungai-sungai mengalir di bawahnya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” (Q.S. al-Hajj : 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di dalamnya ada bidadari yang menundukkan pandangannya yang belum pernah disentuh manusia dan jin sebelumnya. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Mereka laksana permata yaqut dan merjan. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Tiadalah balasan kebaikan itu melainkan kebaikan (pula). Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S. ar-Rahmaan : 56 – 61). &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-115773466465742014?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/k45dGaQkiX4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/k45dGaQkiX4/cerpen-p-e-r-m-t.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2006/09/cerpen-p-e-r-m-t.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-115341500023510129</guid><pubDate>Thu, 20 Jul 2006 16:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-04-25T21:52:50.425+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen dan Puisi</category><title>Puisi: Semangat Cinta</title><description>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/320/1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan...&lt;br /&gt;Jangan gentar barang sedikitpun&lt;br /&gt;Tunjukkan bahwa engkau adalah sebuah sinar&lt;br /&gt;Sinar terang yang berkemilauan&lt;br /&gt;Penuh dengan pesona berbinar&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dayung...&lt;br /&gt;Dayung perahu semangatmu&lt;br /&gt;Penuhi ia dengan bahan bakar kesabaran&lt;br /&gt;Basahi dengan air tawadhu'&lt;br /&gt;Hingga datang sebuah ketenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenang...&lt;br /&gt;Tenang seperti malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengalir...&lt;br /&gt;Mengalir seperti air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiduplah dengan jiwa bahagia&lt;br /&gt;Tumbuhkan bunga harum menusuk jiwa&lt;br /&gt;Yang menggelorakan semua cinta&lt;br /&gt;Merasuki semua jiwa-jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ooo...&lt;br /&gt;Datanglah cinta&lt;br /&gt;Penuhi aku dengannya&lt;br /&gt;Cinta yang tertuju pada Allah semata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;Allah... &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-115341500023510129?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/jk2KjDMsNn4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/jk2KjDMsNn4/puisi-semangat-cinta.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2006/07/puisi-semangat-cinta.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-115253715918094744</guid><pubDate>Mon, 10 Jul 2006 13:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-04-25T21:53:21.698+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen dan Puisi</category><title>Puisi: Menyatulah Dua Hati</title><description>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/1600/hati.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/320/hati.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mencari hati&lt;br /&gt;Haruslah berhati-hati&lt;br /&gt;Supaya di kemudian hari&lt;br /&gt;Tidak mesti disesali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh waktu berkali-kali&lt;br /&gt;Untuk saling menyelami&lt;br /&gt;Menyatukan dua hati&lt;br /&gt;Yang berbeda patri&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Harus kita akui&lt;br /&gt;Gelombang kan datang pasti&lt;br /&gt;Menghanyutkan dua janji&lt;br /&gt;Yang telah setali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi juga yakini&lt;br /&gt;Gelombang itu kan menjadi sepi&lt;br /&gt;Dengan kepastian janji&lt;br /&gt;Antara dua hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyatulah wahai dua hati&lt;br /&gt;Penuhi dengan kasih asli&lt;br /&gt;Hindari prasangka diri&lt;br /&gt;Yang dapat membuat rugi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangi...&lt;br /&gt;Kasihi...&lt;br /&gt;Cintai... &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-115253715918094744?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/GYB52DDTc48" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/GYB52DDTc48/puisi-menyatulah-dua-hati.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2006/07/puisi-menyatulah-dua-hati.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-115183786317446344</guid><pubDate>Sun, 02 Jul 2006 10:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-18T13:15:24.936+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">proses fisik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">merias rohani</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">mengenal diri</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">proses materi</category><title>Mengenal Diri sebagai Jalan Meningkatkan Iman dan Taqwa</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJc1YRZZpI/AAAAAAAAAKA/Uzpx0g2EmdY/s1600-h/mengenal+diri.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269876586095142546" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 113px; CURSOR: hand; HEIGHT: 113px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJc1YRZZpI/AAAAAAAAAKA/Uzpx0g2EmdY/s200/mengenal+diri.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu cara untuk dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah swt, adalah senantiasa mengenal diri kita masing-masing, yakni mengenal siapa Pencipta dan Pemilik kita? Kemana diri kita kan kembali? Dan dari apa dan dari mana diri kita ini diciptakan? Ayat al-Qur’an menyatakan, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Dan pada dirimu sendiri apakah kamu tidak memperhatikan?”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (Q.S. Adz Dzariyaat : 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, mari kita bahas hal-hal tersebut di atas!&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Siapa Pencipta dan Pemilik kita? Untuk menjawab hal ini, mari kita lihat ayat al-Qur’an Surah al-Baqarah : 155 – 156, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar; (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami akan kembali).”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat al-Qur’an Surah al-Baqarah : 155 – 156, tersebut di atas sangat jelas mengatakan bahwa kita ini beserta atribut yang melekat adalah milik Allah swt. Sehingga kita dianjurkan untuk bersabar apabila ada suatu cobaan yang tidak kita inginkan sama sekali menimpa diri kita, baik itu cobaan besar maupun cobaan kecil, seperti gempa bumi, banjir, ketakutan, kelaparan, kekurangan harta bahkan kematian sekalipun. Semua itu harus dihadapi dengan tabah sambil merenungkan dan bertindak untuk mengambil sikap bagaimana cara kita mengatasi cobaan tersebut, dengan tetap dilandasi oleh suatu pandangan Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dari apa dan dari mana diri kita diciptakan? Untuk menjawab hal ini, Allah swt, telah menjelaskan, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal dari) tanah; Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh; Kemudian air mani (nuthfah) itu Kami jadikan segumpal darah (‘alaqah), lalu ‘alaqah itu Kami jadikan segumpal daging (mudhghah), dan mudhghah itu Kami jadikan tulang belulang (‘idham), lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci-lah Allah Pencipta yang paling baik.”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (Q.S. al-Mu’minuun : 12 – 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat tersebut di atas, dapatlah kita pahami bahwa kejadian manusia melalui dua proses, yaitu proses fisik (materi) dan proses nonfisik (immateri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari proses secara fisik (materi) yang dimulai dari saripati tanah dan diakhiri dengan dibungkusnya tulang belulang (‘idham) dengan daging (lahm). Maka diri kita ini dapatlah dipastikan akan berakhir kembali ke alam materi, yakni berada di kuburan yang terpendam di dalam tanah. Di atas kuburan tumbuh rerumputan, lalu rerumputan itu dimakan oleh hewan herbivora, lalu hewan herbivora itu dimakan oleh manusia, kemudian manusia akan mati yang akan dikubur kembali dan menjadi pupuk bagi tanaman, lalu tanaman itu dimakan manusia lagi dan begitulah seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Islam sangat menentang pandangan yang menyatakan bahwa meteri adalah ukuran segala-galanya bagi kemuliaan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa sebenarnya ukuran kemuliaan seseorang? Di dalam ayat di atas dilanjutkan dengan kalimat: &lt;em&gt;Tsumma ansya’ naahu khalqan aakhara&lt;/em&gt;, kemudian Kami ciptakan makhluk (dalam bentuk) lain pada manusia itu. Inilah proses kejadian manusia yang bersifat nonfisik atau immateri. Menurut mufassir, kalimat &lt;em&gt;ansya’naahu&lt;/em&gt; menunjukkan terciptanya sesuatu yang baru pada diri manusia yang tidak dicakup dan tidak diiringi oleh materi sebelumnya. Ibnu Katsir berpendapat bahwa yang dimaksud &lt;em&gt;tsumma ansya’naahu khalqan aakhar&lt;/em&gt; adalah kemudian Allah meniupkan ruh ke dalam diri manusia (&lt;em&gt;wanafakha fiihi min ruuhihi&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa hakikat ruh itu? Nah, hal ini merupakan misteri yang hanya Allah saja yang Maha Tahu. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah, Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (Q.S. al-Israa’ : 85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ruh itu bersifat ghaib dan immateri, dan akan kembali ke alam immateri yaitu alam barzah. Manusia memang terdiri atas jasad dan ruh, tetapi yang hakikat diantara kedua substansi itu adalah ruh. Jasad hanyalah alat ruh di alam nyata. Suatu ketika, jasad akan terpisah dengan ruh yang disebut dengan maut atau mati. Yang mati adalah jasad sedangkan ruh akan melanjutkan eksistensinya di alam barzah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dimana letak ukuran kemuliaan manusia itu? Ukuran kemuliaan seseorang terletak pada sejauh mana dia mampu memelihara dan mengembangkan sifat-sifat ketuhanan yang telah diberikan Allah swt, secara terpadu dalam perjalanan hidup dan kehidupannya sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, apa fungsi materi itu? Materi adalah alat penunjang bagi pengembangan dan perwujudan sifat-sifat ketuhanan. Karena berfungsi sebagai penunjang, manusia dilarang berlebih-lebihan dalam mencintai materi karena akan merusak pengembangan sifat-sifat ketuhanan yang melekat pada diri manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ada baiknya kita mengoreksi diri kita masing-masing, apakah kita masih senang merias jasmani daripada merias rohani kita. Yang jelas Islam mengajarkan keserasian, keseimbangan, dan keselarasan dalam hidup dan kehidupan, keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani, antara kepentingan individu dan sosial, dan sebagainya. Dengan adanya koreksi diri semacam itu, insya Allah hidup kita akan selamat dan bahagia dunia dan akhirat. Aamiin. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-115183786317446344?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/yxpQOXOFkNI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/yxpQOXOFkNI/renungan-mengenal-diri-sebagai-jalan.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJc1YRZZpI/AAAAAAAAAKA/Uzpx0g2EmdY/s72-c/mengenal+diri.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2006/07/renungan-mengenal-diri-sebagai-jalan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-115121943355324791</guid><pubDate>Sun, 25 Jun 2006 06:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-04-25T21:54:39.835+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen dan Puisi</category><title>Puisi: Surya Mencari Hati</title><description>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/1600/cinta.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/320/cinta.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Surya mencari hati&lt;br /&gt;Bersih tak ternoda&lt;br /&gt;Lenyapkan bayang hitam&lt;br /&gt;Bentengi dari retak iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruslah mencari&lt;br /&gt;Temukan kepuasan rasa&lt;br /&gt;Jangan sampai mata terpejam&lt;br /&gt;Hingga hilang kenikmatan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Disana terbentang surgawi&lt;br /&gt;Harum wangi menggoda&lt;br /&gt;Banyak rasa yang terpendam&lt;br /&gt;Berjuta nilai kenikmatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya nilai kemurnian hati&lt;br /&gt;Menjadi timbangan rasa&lt;br /&gt;Walau halangan mencekam&lt;br /&gt;Jadikan buah kemilauan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah Ya Rabb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukalah mata hatiku&lt;br /&gt;Agar terpaut antara Kau dan aku&lt;br /&gt;Lebur menjadi satu&lt;br /&gt;Hingga hilang rasaku &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-115121943355324791?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/rUqJaa2pipk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/rUqJaa2pipk/puisi-surya-mencari-hati.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2006/06/puisi-surya-mencari-hati.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-115081912292778394</guid><pubDate>Tue, 20 Jun 2006 15:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-04-25T21:55:07.056+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen dan Puisi</category><title>Puisi: Aku Kini Pasrah...</title><description>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/1600/3058631451%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/320/3058631451%5B1%5D.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tujuh langit telah terbelah&lt;br /&gt;Terdesak kilat cerah&lt;br /&gt;Lenyap sudah rasa pongah&lt;br /&gt;Tunduk pada wujud Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat hadirkan remah&lt;br /&gt;Cinta kasih karena resah&lt;br /&gt;Takutkan diri jadi punah&lt;br /&gt;Lebur dengan api merah&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hati ini mulai mendesah&lt;br /&gt;Terseret arus gelisah&lt;br /&gt;Kemana kaki kan melangkah&lt;br /&gt;Tak tahu kemana arah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangi langit yang memerah&lt;br /&gt;Buasnya kan memecah&lt;br /&gt;Meluncur bagai anak panah&lt;br /&gt;Menerpa semua wajah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kini Pasrah... &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-115081912292778394?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/y1bgu2KORS8" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/y1bgu2KORS8/puisi-aku-kini-pasrah.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2006/06/puisi-aku-kini-pasrah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-114811202833065777</guid><pubDate>Sat, 20 May 2006 07:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-18T13:17:27.451+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bioskop</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bahagia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">diskotik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cafe</category><title>Menjadi Orang yang Bahagia</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/1600/Qur"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/320/Qur%27an.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebahagiaan merupakan suatu hal yang selalu dicari-cari oleh setiap manusia. Karena nilai kebahagiaan dapat membuat hati menjadi senang, tenang dan tentram alias tidak grasak-grusuk dipenuhi oleh kegelisahan hati. Mengapa manusia selalu mencari-cari kesenangan untuk kebahagiaan? Jawabannya adalah karena manusia telah dilahirkan dengan serba ketidak-tahuan (La Ta'lamuna Syai an) maka manusia secara "otosmastis (istilah yang selalu digunakan teman saya, Bang Asnadi)" memiliki sifat ingin tahu yang serba tinggi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar rasa ingin tahunya itu, banyak cara yang dilakukan oleh manusia untuk mencari kesenangan untuk kebahagiaan. Ada yang berusaha menjadi orang baik dengan banyak beramal. Ada yang pergi ke bioskop, ke diskotik, ke kafe-kafe, ke masjid dan lain sebagainya. Ada yang menggunakan obat-obatan seperti ganja, heroin, opium dan lain sebagainya. Ada pula yang selalu ingin menyaingi orang lain dalam segala hal, apapun akan dilakukan asal saja orang yang disainginya menjadi tidak lebih baik dari dirinya. Pokoknya, banyak cara manusia untuk mencari nilai suatu kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Ulama telah membagi sebuah kesenangan dengan dua tingkat bagian, yaitu:&lt;br /&gt;1. Lazaat (Kepuasan); Apabila telah nyata sesuatu itu didapat olehnya, maka akan puaslah dirinya.&lt;br /&gt;2. Sa'adah (Kebahagiaan); Apabila telah nyata sesuatu itu dikenalnya, maka akan bahagialah hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau menurut Imam Besar Al-Ghazali, puncak tertinggi dari sebuah kepuasan dan kebahagiaan itu terdapat pada "Ma'rifatullah", yaitu mengenal Tuhan Yang Maha Esa. Dengan segenap kepandaian Filsafat, Manthik, keindahan dan pengalamannya, Imam Al-Ghazali menyatakan nilai Ma'rifatullah itu, yaitu: "Rasa puas karena mengetahui sesuatu ialah menurut thabi'at kejadian sesuatu itu. Kepuasan mata ialah karena melihat sesuatu yang indah rupawan. Kelezatan telinga ialah karena mendengar suara yang merdu. Keasyikan hidung ialah karena mencium sesuatu yang wangi nan harum. Maka, segala indera yang terdapat di dalam tubuh akan merasakan kepuasannya masing-masing menurut imbangannya. Nah, pusat indera adalah hati, maka semua kepuasan dan kebahagiaan akan di nilai oleh hati. Dengan demikian, puncak Ma'rifatullah akan ditandai oleh kepuasan dan kebahaiaan hati karena telah mengetahui pokok pangkal segala kejadian, pokok pangkal segala keindahan. Itulah Allah SWT, Yang Maha Indah Wajahnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin akan merasa senang apabila dapat berjumpa dengan Gubernur, Menteri, dan Presiden, sehingga ada rasa bangga dan gembira di hati. Maka, bagaimana bila kita berjumpa dengan Tuhannya Gubernur, Tuhannya Mentri, dan Tuhannya Presiden? Itulah kepuasan dan kebahagiaan yang tidak ada kepuasan dan kebahagiaan lagi di atasnya.&lt;br /&gt;Itulah ujungnya segala kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantaslah, mengapa salah seorang Sufi Wanita, Rabi'ah Al-Adawiyah, tidak mau menginginkan hal-hal yang lain selain Allah SWT saja. Karena Beliau telah tahu, kesenangan dan kebahagiaan yang ditimbulkan oleh yang lain-lain itu adalah kesenangan dan kebahagiaan yang semu belaka. Hanya kesenangan dan kebahagiaan yang sumbernya dari Sang Maha Pencipta saja yang dapat benar-benar memuaskan hati setiap insan karena itu bernilai hakiki. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-114811202833065777?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/qRwr0V3JA18" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/qRwr0V3JA18/renungan-menjadi-orang-yang-bahagia.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2006/05/renungan-menjadi-orang-yang-bahagia.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-114517638451726151</guid><pubDate>Sun, 16 Apr 2006 08:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-04-25T21:56:02.228+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen dan Puisi</category><title>Puisi: Untuk Irham dan Afif dari seorang Kakak</title><description>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/1600/afif.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/200/afif.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adikku Irham dan Afif...&lt;br /&gt;Pada hari ini telah kutorehkan tinta untuk kalian&lt;br /&gt;Yang nanti kan diharap untuk di ingat&lt;br /&gt;Pada suatu masa dimana kalian telah dewasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goresan tinta ini untuk kalian berdua&lt;br /&gt;Dan juga bisa untuk adik-adikku semua&lt;br /&gt;Baik dari Ayah dan Ibuku&lt;br /&gt;Juga dari Om dan Tanteku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/1600/irham.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/200/irham.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah...&lt;br /&gt;Kalian telah terlahir ke dunia atas kehendak Ilahi&lt;br /&gt;Dititipkan kepada dua orang tua&lt;br /&gt;Yang telah melahirkan dan menafkahkan kalian&lt;br /&gt;Dua orang tua yang sangat mencintai kalian&lt;br /&gt;Rela berkorban apa saja untuk menyenangi kalian&lt;br /&gt;Di kala suka dan duka&lt;br /&gt;Di kala sempit dan senggang&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dimana pengorbanan keduanya tidak akan terbalas&lt;br /&gt;Dengan kasih sayang seorang anak&lt;br /&gt;Dengan harta seorang anak&lt;br /&gt;Maupun dengan nyawa seorang anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/1600/omAndikel.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/200/omAndikel.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Irham dan Afif...&lt;br /&gt;Bahagiakan orang tuamu...&lt;br /&gt;Kasihi orang tuamu...&lt;br /&gt;Sebagaimana mereka telah melakukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do'akan selalu Abi...&lt;br /&gt;Do'akan selalu Ummi...&lt;br /&gt;Pelihara mereka dengan perkataan dan perlakuan baik&lt;br /&gt;Dikala mereka sudah tua nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mendurhakai orang tuamu...&lt;br /&gt;Jangan menghardik orang tuamu...&lt;br /&gt;Jangan meninggalkan orang tuamu...&lt;br /&gt;Jangan lupakan oarang tuamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah adikku...&lt;br /&gt;Akan nasehat kakakmu ini...&lt;br /&gt;Karena nasehatku ini...&lt;br /&gt;Adalah warisan Rasulullah untuk kita semua... &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-114517638451726151?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/161ojoaVsdQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/161ojoaVsdQ/puisi-untuk-irham-dan-afif-dari.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2006/04/puisi-untuk-irham-dan-afif-dari.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-114275007379653441</guid><pubDate>Sun, 19 Mar 2006 05:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-04-25T21:56:32.855+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen dan Puisi</category><title>Puisi: Mau Kemana kah kita...?</title><description>Kita...&lt;br /&gt;Yang selama ini sering disebut sebagai makhluk mulia&lt;br /&gt;Yang selama ini telah menyandang berbagai kesempurnaan&lt;br /&gt;Yang selama ini selalu nomor satu dari makhluk lainnya&lt;br /&gt;Masih saja belum tahu akan kemana arah hidup di dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai perbuatan kotor masih kita lakukan&lt;br /&gt;Berbagai perbuatan hina masih terselubung dalam tingkah laku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah...&lt;br /&gt;Masih belum cukup nasehat-nasehat yang datang?&lt;br /&gt;Masih belum cukup Nabi-nabi yang diturunkan?&lt;br /&gt;Masih belum cukup Kitab al-Qur'an sebagai petunjuk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang...&lt;br /&gt;Manusia itu makhluk yang tidak pernah puas&lt;br /&gt;Selalu mencari pembenaran dalam kesempatan&lt;br /&gt;Terkadang, merasa dialah Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa belum juga tahu kemana kita akan pergi?&lt;br /&gt;Apakah memang tidak tahu atau tidak mau tahu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita adalah manusia&lt;br /&gt;Makhluk mulia... katanya&lt;br /&gt;Makhluk sempurna... katanya&lt;br /&gt;Tapi..., masih belum tahu... akan kemana kita nanti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aligarh - India&lt;br /&gt;19 Maret 2006, 12.00.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-114275007379653441?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/LorOY8oZlTE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/LorOY8oZlTE/puisi-mau-kemana-kah-kita.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2006/03/puisi-mau-kemana-kah-kita.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-114155925957127599</guid><pubDate>Sun, 05 Mar 2006 11:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-04-25T21:57:07.361+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen dan Puisi</category><title>Cerpen: Cintaku di India (Bag. 2)</title><description>“Hallo Hanny…, lagi ngapain lo…, lagi di rumah ya…, suntuk gak? Kalo lagi suntuk, kita ketemuan di kafe tempat biasa yuk!” Baris-baris kata yang terangkai di dalam pesan singkat (sms) Rani terhadap temannya Hanny, telah terkirim dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hanny baca gak ya sms dari gue… Wah gawat kalo dia kagak baca tu sms. Bisa-bisa gue beku di kafe ini…” pikir Rani cemas karena telah 20 menit menunggu Hanny di “Kafe Tungkring” tempat mereka biasa nongkrong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil memesan kembali segelas jus tomat, Rani menabahkan hatinya untuk sabar menunggu sampai 10 menit lagi, “Biar pas 30 menit” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas Rani lagi meneguk jus tomat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Woiii! Ha ha ha…”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rani-pun kaget dan hampir saja jus tomatnya terminum sekali telan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duuuh…, segitu doang pake kaget segala…” canda Hanny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dasar lo ye…, dateng-dateng bukannya ngucapin salam eh malah ngagetin orang” Rani megap-megap hampir keselek dan sedikit sewot dengan sahabatnya itu. “Kalo bukan elo tadi Han…, sudah gue siram nih pake jus tomat!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ha ha ha ha ha…” Hanny tertawa lebar sampai terlihat gigi-giginya yang putih dan tersusun rapih berkat menggunakan kawat gigi selama sebulan di bulan yang lalu. “Iya deh sorry… Eh…, ada apa nih tiba-tiba kok suntuk, ini kan masih tanggal muda kok sudah suntuk begitu…”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tau nih Han. Dari tadi pagi, gue gak mood mau kerja di kantor, walhasil, kerjaan gue banyak yang gue tunda hari ini termasuk rapat penting dengan pengusaha tekstil” Rani-pun membuka cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Emangnya ada yang lagi elo pikirin? Masalah cowok ya…?” tebak Hanny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mmm…, enggak juga sih…, eh tapi…, benar juga sih” wajah Rani jadi memerah karena tebakan yang tepat dari Hanny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Emangnya ada cowok yang elo taksir sekarang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ngng…, ada sebiji…” jawab Rani malu-maluin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ha ha ha…, baru kali ini gue liat elo begitu gak confidence Ran… Biasanya elo wanita yang sangat percaya diri, bahkan elo sangat perfect memimpin perusahaan lo. Tapi kok, untuk masalah cowok, gue liat elo sepertinya masih ragu kalo elo sekarang sedang suka sama seseorang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Entahlah Han… Sepertinya dia  sangat berbeda dari lelaki yang lain…”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berbeda gimana…? Apa dia punya tanduk???” ledek Hanny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gila lo…, emang gue suka sama kambing…” Ranny jadi sewot. “Eh…, ngomongnya ntar aja ya, sekarang elo mau makan dan minum apa, gue yang traktir nih” Rani mencoba meng-cancel pembicaraan masalah cowok yang ada di dalam fikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duuuh yang baru gajian…, ok deh, gue pesen kambing guling satu, nasi goreng special dan minumnya banana jus di susul dengan es krim campur” jawab Hanny enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rani-pun bengong. “Eh…, elo rupanya belum makan dua hari ya…, pesannya banyak amat?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“He he he he he… Gue sih makannya dikit Ran, tapi kucing gue di rumah makannya banyak, maksud gue, ntar kalo gak habis kita bungkus…” jawab Hanny enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ampuuun Hanny…, elo kayak apaan aja, kucing pake elo pikirin segala di kafe ini. Kucing mah dikasih makanan kucing, jangan elo beri makanan enak melulu, ntar die jelma jadi lelaki lagi, nah, baru berasa deh lo”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ha ha ha ha ha ha………” mereka berdua-pun tertawa terkekeh-kekeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung... &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-114155925957127599?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/66xVkERf7R8" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/66xVkERf7R8/cerpen-cintaku-di-india-bag-2.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2006/03/cerpen-cintaku-di-india-bag-2.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-114111526833236596</guid><pubDate>Tue, 28 Feb 2006 08:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-04-25T21:58:35.253+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen dan Puisi</category><title>Cerpen: Antara Mahasiswa, Preman dan Seorang Bapak</title><description>Di suatu siang hari bolong di musim panas, udara panas yang menyengat telah membuat semua orang yang hilir mudik di jalan raya kelimpungan. Bayangkan, 40 derajat celcius! Siapapun orangnya pasti akan tersiksa kegerahan. Tidak heran warung es tebu, warung lassi dan warung cold drink lainnya telah ramai dikunjungi oleh pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu juga, saya beserta teman-teman yang satu perjuangan menuntut ilmu di negeri "Ghandi", juga tergiur untuk menikmati cold drink berjejer bak Pragawati yang berjalan di catwalk dengan menawan. Terbayang begitu nikmat bila minum cold drink di siang hari bolong dengan udara panas sambil menikmati pemandangan di jalan raya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat asyik menikmati cold drink dan lassi, tiba-tiba jalan raya menjadi macet mendadak. Mobil, motor, Rikshaw dan sepeda terhenti laju jalannya. Anak-anak sekolah yang menaiki rikshaw telah terlihat tersiksa oleh temperatur yang sangat panas itu, mereka kegerahan dan kehausan, namun apa daya, jalan telah menjadi macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa keingin-tahuan saya dan teman-teman terusik juga, "Ada apa gerangan?". Kami-pun akhirnya keluar dari warung penjaja minuman untuk melihat "sikon" yang terjadi.&lt;br /&gt;"Wuih..., panjang tenan, Rek!!!" kata Joko, mahasiswa dari Jogya yang&lt;br /&gt;mengambil Ilmu Matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya bener, gila..., kok jadi macet begini!!!" kate Ical, mahasiswa dari Jakarta yang mengambil Ilmu Psikologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masya Allah..., bukan main..., panas-panas begini pakai macet segala" kata saya, mahasiswa dari Aceh yang mengambil Ilmu Ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cal..., yok kita tengok dhi sana..., sepertinya adha sesuatu yang membuat jhalan ini machet" kata Joko dengan logat Jhawa-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bener juga tuh..., gue jadi penasaran ade ape. Yuk, Min! Kita liat!" kata Ical menarik tangan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di tempat kejadian, ternyata ada seorang preman yang sedang marah-marah sama tukang biryani. Selidik punya selidik, ternyata preman itu tidak mau bayar makanan yang telah dilahapnya. Jadi mereka ribut sampai ke tengah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kejadian yang seperti itu, Ical jadi gatel juga tangannya untuk ikut campur, apalagi dilihatnya ada preman yang mau bikin kacau, maklumlah, Ical ini dari keluarga turunan Pendekar, jadi tidak bisa melihat kesewenang-wenangan yang terjadi di depan matanya. Tanpa kami sadari, Ical telah berada di antara si Penjual biryani dan si Preman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh, Bang..., ade ape lu bedua..., elu pade kagak tau ape ni jalan jadi macet gare-gare lu pade!" hardik Ical dengan logat betawinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei anak kecil!!! Jangan ikut campur urusan aku, minggir kau!!! hardik si Preman sambil mendorong Ical.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei..., kagak bisa bang..., elu sudah sangat salah dan kudu diberi tau. Elu sudah makan kagak bayar, eh malah bikin ribut di sini sampe ni jalan jadi macet!!!" hardik Ical lagi sambil membalas dorongan si Preman dan menyuruh si Penjual Biryani minggir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei Bangsat!!! Kau anak kecil belum pernah dihajar ya! Aku ini preman di daerah ini. Aku punya authority di tempat ini. Jadi terserah aku, mau makan tidak bayar, mau minta duit ke orang-orang, mau bicara keras-keras..., aku punya HAK!!!" kata Preman yang kini sudah berhadapan dengan Ical.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat situasi yang menjadi tidak karuan itu, Joko menjadi cemas juga, dia berusaha mau menarik Ical, pergi dari tempat kejadian itu, tapi saya melarangnya, karena saya juga mendukung tindakan Ical yang mau membenahi kesewenang-wenangan yang terjadi di sini. Jadi, kalaupun Ical sampai bentrok sama Preman itu, mau tidak mau, saya-pun harus berhadapan dengan Preman itu juga untuk menolong Ical.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"He anak kecil!!! Mau minggir nggak!!! Sebelum aku nampol bogem mentah di muka kau!!!" Preman itu menjadi mengancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"He he he he he..." Ical malah cengengesan. "Boleh juga, mari kite adu kemampuan kite, siape yang tahan di sini, he he he..." Ical langsung ambil kuda-kuda yang mantap seraya siap-siap mengeluarkan jurus Cimande ajaran Kakeknya yang turun menurun telah dikeramatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"HHHIIIIAAAAAT!!!" si Preman mengeluarkan tonjokannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Zeb zeb zeb..." si Ical mengelak mundur selangkah. "Ayo, Bang..., keluarkan lagi kemampuannye..., sampe berape jurus lu bisa!!!" si Ical sengaja membuat panas hati si Preman. Gimana enggak panas..., di siang hari bolong dengan udara yang membakar, ada mahasiswa tanggung yang mencoba menghalangi maksud di Preman. Bukan main..., pasti sangat panas tu hatinya Preman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"HHHIIIAAAAAT...., BRAKK BRAAKKK DUUUKKK!!!" si Preman kembali mengeluarkan tendangan ala Bruce Lee nya yang akhirnya malah menerobos menendang meja dan dinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduh...aduhhh... huuuu kakiku...." rintih si Preman kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat si Preman lagi kesakitan dan terlihat lengah. Ical datang menghampiri. "He he he..., baru segitu kemampuan elu, baru kena meja sama dinding aja udeh mengaduh kesakitan, apalagi elu kena kaki gue ni..." kate Ical mengejek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Heiii..., ada apa nih!!!" tiba-tiba ada seorang Bapak-bapak yang telah berumur langsung melerai mereka berdua. Setelah diterangkan sama Ical mengenai kejadiannya. Bapak itu langsung meminta Ical menyudahi permasalahan itu dan meminta kami pulang. "Biar saya yang mengurus Preman kampung itu" kata Bapak tadi. Lalu Preman tersebut dibawa oleh Bapak tadi beserta Tukang biryani untuk dibawa ke kantor Polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya..., jalan raya-pun kembali mengalir seperti biasa dengan tatapan semua orang yang tertuju kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cal!!! Gila engkau yah..., berani benar engkau mau ngapain Preman itu. Kalau dia dendam dan bawa temannya bagaimana?" kata Joko was was.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Joko..., Joko..., kita itu sebagai mahasiswa harus berani menentang ketidak-adilan dan kesewenang-wenangan, jangan takut! Jangankan Preman, Pejabat yang tidak mau dikritik dan tidak mau bertindak benar-pun harus kita lawan!!!" kata Ical dengan nada berapi-api. "Benar kagak, Min!!!" kata Ical seraya minta dukungan dari saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar-benar..., kita harus berjuang untuk berusaha menjadikan lingkungan kita bersih dan sehat dari hal-hal yang buruk yang dapat membuat kesehatan kita terganggu" jawab saya enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuh, kan..., Amin aje ngedukung ape tindakan gue. Ha ha ha...gue jadi puas ni hari, bisa olah raga!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ha ha ha ha ha........" Akhirnya kami bertiga pun tertawa bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ical...Ical..., dasar Betawi!" kataku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei..., minum lagi yuk!!! Gue jadi tambah haus ne...!" ajak Ical.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fadllan Achadan.&lt;br /&gt;     28 Februari 2006, 14.00 Waktu India.&lt;br /&gt;     (Ba'da Melihat Milis PPI India). &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-114111526833236596?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/UxLc90-kBI4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/UxLc90-kBI4/cerpen-antara-mahasiswa-preman-dan.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2006/02/cerpen-antara-mahasiswa-preman-dan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113869124260046747</guid><pubDate>Tue, 31 Jan 2006 07:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-31T07:04:06.768+07:00</atom:updated><title>Menjadi Seorang Muslim</title><description>Segala puja dan puji syukur ke hadirat Allah swt, yang telah memberikan segala rahmat dan hidayah-Nya kepada kita ummat manusia tanpa sedikitpun menghitung balas jasa. Salawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan nan mulya, Rasulullah saw, beserta para keluarganya, para sahabatnya dan insyaAllah sampai kepada kita para pengikutnya. Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang Muslim, kita percaya sepenuhnya bahwa Islam adalah agama yang telah diberkahi oleh Allah swt, yang telah disampaikan dan diajarkan oleh utusan pilihan-Nya, Rasulullah Muhammad saw. (Al Maa-idah : ayat 3).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi seorang Muslim, sudah sepatutnya kita menjalankan semua yang telah diperintahkan oleh Allah swt, apakah itu berupa larangan ataupun berupa suruhan. Kemudian, bagi seorang Muslim yang tidak menjalankan apa-apa yang telah Allah swt, perintahkan, maka ia akan mendapat “bad reward” berupa hukuman di Neraka, yaitu tempat hukuman bagi pelanggar perintah Allah swt, yang isinya adalah api yang sangat panas dengan bahan bakarnya berupa jin dan manusia. Na’udzubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk dapat menjadi seorang Muslim yang sebenarnya? Sebelumnya, kita harus mengerti beberapa point berikut ini;&lt;br /&gt;1. Kita harus sadar benar bahwa titel seorang Muslim itu tidak datang dengan sendirinya, seperti misalnya, apabila ayah dan ibu kita Muslim maka dapat dipastikan kita akan menjadi seorang Muslim. Hal itu tidaklah benar. Muslim atau tidak Muslimnya seseorang, tidak bisa dipastikan dan ditentukan oleh kelahiran yang kebetulan berada di keluarga yang menganut agama Islam. Seorang Muslim dapat dikatakan Muslim apabila seorang manusia telah sadar benar untuk mengikuti jalan dan memeluk agama Islam tanpa melalui suatu paksaan dari pihak-pihak lain.&lt;br /&gt;2. Apabila kita merasa seorang Muslim, maka sudah sewajarnya mengikuti tuntunan perilaku yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad saw, baik dalam perkataan, perbuatan, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;3. Yang namanya seorang Muslim, sudah tentu selalu mengutamakan ilmu pengetahuan. Dimana dengan ilmu pengetahuan tersebut, ia akan berusaha keluar dari kebodohan, kebodohan tingkah laku dan kebodohan akal. Dengan ilmu pengetahuan, kita tidak akan terombang-ambing dengan semua macam godaan, baik yang berasal dari manusia ataupun syaithon, sehingga akan memantapkan hati kita untuk terus mencari ilmunya Allah swt, yang telah tertulis di dalam Al Quran dan tersebar di dalam alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya tiga point tersebut di atas, kita sebagai seorang Muslim, diharapkan akan terus bersungguh-sungguh untuk berusaha menjadi seorang Muslim yang sebenarnya, seperti yang telah diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad saw, beserta para sahabatnya, sehingga mereka dapat mencapai suatu zaman keemasan, dengan hanya berbekal iman dan taqwa. Marilah kita tanamkan niat kita untuk selalu berusaha berada dekat dengan Allah swt, sehingga kita dapat menjalankan profesi kita sebagai pegawai, pelajar, guru, ulama, pengusaha, sastrawan dan lain sebagainya dengan tidak keluar dari jalur-jalur Islam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113869124260046747?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/CaqiSuxF5VA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/CaqiSuxF5VA/opini-menjadi-seorang-muslim.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2006/01/opini-menjadi-seorang-muslim.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113869092841245361</guid><pubDate>Tue, 31 Jan 2006 06:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-31T07:02:48.234+07:00</atom:updated><title>Mari Membaca</title><description>Oleh: Ary Ginanjar Agustian&lt;br /&gt;Dari bukunya: Emotion Spiritual Question&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kaizen” adalah suatu metode yang sangat dipegang teguh di Jepang. Kaizen artinya adalah proses penyempurnaan secara terus menerus yang tiada henti. Kaizen inilah yang telah mengubah wajah Jepang menjadi sebuah bangsa yang memiliki suatu peradaban yang sangat maju saat ini, serta memiliki teknologi yang bahkan bisa mengalahkan “Barat”. Penguasaan mereka dalam bidang perdagangan dunia, telah menempatkan bangsa Jepang menjadi bangsa yang sangat diperhitungkan dalam percaturan dunia. Kaizen tidak akan pernah berjalan tanpa dilandasi oleh dorongan untuk berfikir dan belajar secara terus-menerus atau secara disiplin menuju ke arah kesempurnaan. Inilah rahasia keberhasilan mereka. Allah SWT, sesungguhnya mendorong manusia untuk melakukan hal ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Restorasi Meiji” di Jepang adalah suatu langkah monumental untuk memperbaiki kondisi ekonomi, teknologi dan budaya bangsa Jepang. Ini merupakan suatu loncatan besar bangsa Jepang untuk suatu kemajuan di segala bidang. Pada masa sebelum restorasi ini dilakukan, Jepang adalah sebuah kekaisaran yang sangat tertutup. Kemudian ketika Restorasi Meiji dilakukan, mereka membubarkan sistem kasta, dimana saat itu kaum Samurai-lah yang memegang kendali bangsa Jepang. Namun sifat-sifat kaum Samurai yang baik tetap terpelihara dan bahkan dijadikan sikap teladan yang disebarkan ke seluruh rakyat Jepang seperti: sikap pantang menyerah; menjunjung tinggi kehormatan dan kepribadian; sopan-santun; ta’at kepada atasan dan selalu hemat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, untuk mengejar ketertinggalannya, kaum muda Jepang dikirim oleh pemerintahnya ke berbagai negara di kawasan Eropa dan Amerika secara besar-besaran, dengan tujuan untuk belajar. Semua buku-buku barat diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang sehingga memudahkan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dunia barat. Hingga saat inipun, hampir semua buku tentang ilmu pengetahuan barat telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang. Buku-buku di sana dijual dengan harga sangat murah. Dorongan ini telah membuat bangsa Jepang memiliki kebiasaan gemar membaca. Hal itu bisa dilihat dimana-mana di Jepang, baik di kereta api, di dalam bus kota, di stasiun-stasiun, atau dimana saja, hampir semua membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua ilmu pengetahuan telah mereka serap dan mereka kuasai, maka mereka menyempurnakannya lagi. Contoh: Produksi mobil di Amerika Serikat seperti Chrysler, Ford, atau Chevrolet umumnya berbentuk besar, berat dan boros bahan bakar. Oleh bangsa Jepang hal ini dibaca, dicermati, dievaluasi dan pada akhirnya disempurnakan. Kemudian lahirlah industri mobil Jepang yang memproduksi mobil ringan, murah dan hemat bahan bakar seperti merek Honda, Toyota dan Suzuki. Inilah contoh nyata dari suatu kebiasaan membaca, kebiasaan berfikir, dan kebiasaan mengevaluasi dan menyempurnakan. “Allah meninggikan derajat bagi kaum yang senantiasa berfikir”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat hal demikian yang sangat positif bagi bangsa Jepang, ada baiknya kita mencontoh hal tersebut dengan membiasakan diri kita untuk selalu membaca buku-buku yang bernilai positif dan bermanfaat. Dan untuk lebih merealisasikan hal itu, kiranya kita perlu suatu tempat yang bernama perpustakaan umum atau perpustakaan pribadi untuk melatih diri kita agar mau membaca demi mencapai derajat yang tinggi seperti yang telah Allah SWT, janjikan kepada kita. Semoga Allah swt, memberkahi kita dengan hati yang lembut oleh ilmu pengetahuan. Katakanlah: “Samakah orang yang berilmu dan orang yang tiada berilmu...?” (Q.S. Az-Zumar, ayat 9). &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113869092841245361?l=innersounds.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/TtrL/~4/j1KGVrGhcyM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TtrL/~3/j1KGVrGhcyM/opini-mari-membaca.html</link><author>fadllan_achadan@yahoo.com (Fadllan Achadan)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://innersounds.blogspot.com/2006/01/opini-mari-membaca.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>
