<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" version="2.0">

<channel>
	<title>Migrasi Windows-Linux</title>
	
	<link>http://vavai.com/v2</link>
	<description>Panduan Mengenai Migrasi Windows-Linux &amp; Informasi Open Source</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jul 2009 09:55:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/Windows-Linux" type="application/rss+xml" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">Windows-Linux</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Training Administrator Linux Server, 18-19 Juli 2009</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/07/training-administrator-linux-server-18-19-juli-2009/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/07/training-administrator-linux-server-18-19-juli-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 09:55:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=471</guid>
		<description><![CDATA[Training Administrator Linux ditujukan bagi rekan-rekan yang ingin memahami mekanisme administrasi, setup dan penggunaan Server Linux di perusahaan/instansi/lembaga. Training ini juga bisa menjadi sarana yang tepat untuk mendapatkan pengetahuan mengenai tips dan trick implementasi Linux server skala perusahaan.
Training ini juga cocok bagi perusahaan yang berkeinginan melakukan migrasi sistem dari Windows ke Linux, melakukan penghematan biaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/server-linux.png"><img class="size-full wp-image-371 alignleft" style="margin: 5px;" title="server-linux" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/server-linux.png" alt="server-linux" width="300" height="258" /></a>Training Administrator Linux ditujukan bagi rekan-rekan yang ingin memahami mekanisme administrasi, setup dan penggunaan Server Linux di perusahaan/instansi/lembaga. Training ini juga bisa menjadi sarana yang tepat untuk mendapatkan pengetahuan mengenai tips dan trick implementasi Linux server skala perusahaan.</p>
<p>Training ini juga cocok bagi perusahaan yang berkeinginan melakukan migrasi sistem dari Windows ke Linux, melakukan penghematan biaya lisensi atau ingin memberikan pengetahuan yang cukup bagi staff IT yang ditugaskan melakukan implementasi migrasi.</p>
<p>Berikut adalah detail dari training yang akan diadakan :</p>
<p><strong>Q : Kapan &amp; Dimana ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Hari Sabtu &amp; Minggu 18-19 Juli  2009, Perumahan Duren Jaya Jl. Candi Mendut Raya Blok C No. 328 Bekasi.<br />
</em></p>
<p><strong>Q : Berapa maksimal jumlah peserta ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Maksimal 10 peserta</em></p>
<p><strong>Q : Bagaimana Pembagian Waktu &amp; Pelaksanaan Training</strong></p>
<p><em>A : Training dilaksanakan dalam 2 hari </em></p>
<p><em>Hari pertama Tahap 1 mulai pukul 09.00 WIB s/d 12.00 WIB. Tahap 1 membahas materi instalasi dasar server Linux, konfigurasi network, manajemen user, group, setting DNS &amp; DHCP Server. </em></p>
<p><em>Pukul 12.00 WIB  istirahat makan siang dan shalat selama 1 jam  s/d pukul 13.00 WIB. </em></p>
<p><em>Hari Pertama Tahap 2 mulai pukul 13.00 WIB s/d pukul 16.00 WIB membahas mengenai Email Server, FTP Server &amp; Proxy Server</em></p>
<p><em>Hari Kedua Tahap 1 </em><em>mulai pukul 09.00 WIB s/d 12.00 WIB dengan topik bahasan </em><em>Primary Domain Controller (Active Directory) + File Server dengan Samba, Backup data dengan rsync server dan fsdump</em></p>
<p><em>Pukul 12.00 WIB  istirahat makan siang dan shalat selama 1 jam  s/d pukul 13.00 WIB. </em></p>
<p><em>Hari Kedua Tahap 2 membahas materi Apache Web Server, Virtual Host dengan Apache, Print Server dengan CUPS dan </em><em>Database Server dengan MySQL Server.</em></p>
<p><strong>Q : Bagaimana cara melakukan pendaftaran ?</strong></p>
<p><em>A : Silakan mengirimkan email pendaftaran ke alamat email <strong>training@vavai.com </strong>dan di cc ke <strong>vavai@vavai.com</strong> berisi Nama, alamat, no telp yang bisa dihubungi, jumlah peserta yang akan mengikuti training dan hari training yang akan diikuti (Hari pertama, Hari kedua atau training lengkap 2 hari)<br />
</em></p>
<p><strong>Q : Berapa biaya untuk mengikuti training ini ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Biaya training sebesar Rp. 500.000,- per hari atau Rp. 1.000.000,- untuk 2 hari, sudah termasuk : Sertifikat, Buku modul panduan, DVD  openSUSE 11.1 dan openSUSE 11.2 LiveDVD + Multimedia, snack dan makan siang.</em></p>
<p><em>Diperbolehkan untuk mendaftar salah satu hari atau keduanya. Jangan lupa untuk mencantumkan hari yang diambil pada saat melakukan pendaftaran.<br />
</em></p>
<p><strong>Q : Bolehkah membawa laptop/komputer sendiri<br />
</strong></p>
<p><em>A : Komputer sudah disediakan oleh kami namun jika ingin membawa komputer sendiri tak ada masalah, sebaiknya menggunakan komputer/Laptop Pentium 4 dengan memori minimal 512 MB dan memiliki akses jaringan.<br />
</em></p>
<p><strong>Q : Apakah boleh membawa komputer server kantor agar bisa langsung disetup ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Boleh-boleh saja. Training ini ditujukan agar admin server dapat melakukan fungsinya dengan baik sehingga simulasi dengan keadaan real akan sangat membantu.</em></p>
<p><strong>Q : Saya dari luar kota, apakah bisa dibantu untuk akomodasi ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Ya, silakan sampaikan via email jika anda berasal dari luar kota dan ingin dibantu akomodasinya. Ada beberapa hotel bagus dengan biaya relatif murah dan dekat dengan tempat training. Jika menginginkan akomodasi dalam bentuk lain (penginapan/rumah tinggal) silakan disampaikan melalui email.</em></p>
<p><strong>Q : Apakah ada jaminan pasti bisa ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Ya, dalam situasi normal pasti bisa. Training dilakukan dalam kondisi mendasar dan diasumsikan setiap peserta belum pernah menggunakan Linux. Selain itu, kami tetap memberikan support pasca training.</em></p>
<p><strong>Q : Distro apa yang digunakan<br />
</strong></p>
<p><em>A :  Distro yang akan digunakan adalah distro Linux openSUSE versi terkini (11.1)</em></p>
<p><strong>Q : Apa saja paket panduan yang didapatkan dari training ini<br />
</strong></p>
<p><em>A :  Berikut adalah paket yang anda dapatkan :<br />
</em></p>
<ol>
<li>Sertifikat training</li>
<li>Distro Linux openSUSE 11.1 yang digunakan sebagai media training</li>
<li>Panduan Migrasi Server dari Windows ke Linux yang mencakup keseluruhan materi</li>
<li>Paket DVD Repositori openSUSE 11.1 yang mencakup seluruh aplikasi dan library paket</li>
<li>Snack &amp; Makan siang</li>
</ol>
<p>Informasi lebih lanjut ? Silakan sampaikan melalui halaman komentar dibawah.</p>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=471">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=471&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/07/training-administrator-linux-server-18-19-juli-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mudah Instalasi Aplikasi pada openSUSE</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/07/cara-mudah-instalasi-aplikasi-pada-opensuse/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/07/cara-mudah-instalasi-aplikasi-pada-opensuse/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 07:19:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>
		<category><![CDATA[Pidgin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=466</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda pengguna openSUSE dan memiliki akses ke internet, instalasi aplikasi tambahan untuk openSUSE sangat mudah dilakukan. Kita bisa mencari berbagai aplikasi dan melakukan instalasi hanya dengan 1 kali klik.
Contoh berikut adalah cara saya melakukan upgrade Pidgin menjadi versi 2.5.7 :

Buka alamat URL http://software.opensuse.org/search
Sesuaikan versi openSUSE (atau versi sistem operasi) dengan versi yang kita gunakan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika anda pengguna openSUSE dan memiliki akses ke internet, instalasi aplikasi tambahan untuk openSUSE sangat mudah dilakukan. Kita bisa mencari berbagai aplikasi dan melakukan instalasi hanya dengan 1 kali klik.</p>
<p>Contoh berikut adalah cara saya melakukan upgrade Pidgin menjadi versi 2.5.7 :</p>
<ol>
<li>Buka alamat URL <a href="http://software.opensuse.org/search">http://software.opensuse.org/search</a></li>
<li>Sesuaikan versi openSUSE (atau versi sistem operasi) dengan versi yang kita gunakan. Dalam contoh saya menggunakan openSUSE Factory karena saya menggunakan openSUSE 11.2 Milestone 3
<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/opensuse-search.png"><img class="alignnone size-full wp-image-467" style="border: 1px solid black;" title="opensuse-search" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/opensuse-search.png" alt="opensuse-search" width="435" height="182" /></a></li>
<li>Cari paket yang hendak diinstall. Dalam contoh saya ketik pidgin dan menekan tombol Search</li>
<li>Cari versi Pidgin yang paling update
<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/opensuse-search1.png"><img class="alignnone size-full wp-image-468" style="border: 1px solid black;" title="opensuse-search1" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/opensuse-search1.png" alt="opensuse-search1" width="448" height="312" /></a></li>
<li>Click icon <strong>1-Click Install</strong>
<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/opensuse-search2.png"><img class="alignnone size-full wp-image-469" style="border: 1px solid black;" title="opensuse-search2" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/opensuse-search2.png" alt="opensuse-search2" width="256" height="146" /></a>
</li>
<li>Ikuti wizard instalasi</li>
</ol>
<p>Jika kita hanya hendak melakukan download paket-paket yang diperlukan, klik saja pada bagian judul (dalam contoh ini : <strong>GNOME:Factory/openSUSE_Factory</strong>)</p>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=466">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=466&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/07/cara-mudah-instalasi-aplikasi-pada-opensuse/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tutorial File Server Pengganti Windows Server</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/06/tutorial-file-server-pengganti-windows-server/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/06/tutorial-file-server-pengganti-windows-server/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 09:33:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Active Directory]]></category>
		<category><![CDATA[File Server]]></category>
		<category><![CDATA[OpenLDAP]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>
		<category><![CDATA[PDC]]></category>
		<category><![CDATA[Samba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[
Salah satu fungsi server yang sangat penting dan umum digunakan pada berbagai perusahaan adalah fungsi file server. Fungsi ini biasanya menggunakan Windows Server meski sebenarnya sebagian besar (kalau tidak bisa dibilang semua) fungsi server tersebut bisa digantikan oleh Linux dengan konfigurasi yang tidak terlalu sulit.
Upaya melakukan migrasi file server adalah tawaran saya yang pertama selain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/migrasi-windows-linux.jpg" alt="Windows Linux" /><br />
Salah satu fungsi server yang sangat penting dan umum digunakan pada berbagai perusahaan adalah fungsi file server. Fungsi ini biasanya menggunakan Windows Server meski sebenarnya sebagian besar (kalau tidak bisa dibilang semua) fungsi server tersebut bisa digantikan oleh Linux dengan konfigurasi yang tidak terlalu sulit.</p>
<p>Upaya melakukan migrasi file server adalah tawaran saya yang pertama selain email server jika ada perusahaan yang ingin melakukan migrasi sistemnya dari sistem Windows menjadi Linux.</p>
<p>Jika perusahaan anda menggunakan Windows Server bajakan dan was-was takut dirazia serta was-was karena status haram menggunakan program bajakan; atau anda menggunakan Windows Server berlisensi namun ingin mengurangi biaya CAL (Client Access License) dengan tidak mengurangi kualitas server, kecepatan akses dan kemudahan manajemen data, panduan ini mungkin sangat cocok untuk anda.</p>
<p>Sebelum membuat panduan ini saya pernah beberapa kali membuat panduan file server menggunakan Linux secara sporadis, namun mengingat trend migrasi semakin banyak dan tidak semua orang bisa mengikut panduan secara mudah, saya mencoba merangkumnya dengan tetap melakukan <em>proof reader</em> dalam bentuk testing semua yang saya tuliskan disini.</p>
<p>Panduan ini rencananya terbagi kedalam beberapa sub panduan/bagian sebagai berikut :</p>
<ol>
<li><strong>Panduan File Server Linux Secara Mudah</strong>, akan menjelaskan cara mudah melakukan setting server Linux sebagai file server untuk menyimpan data klien Windows maupun Linux. Pada bagian ini kita akan melakukan setting Samba Server pada openSUSE sebagai File Server tanpa PDC/OpenLDAP.</li>
<li><strong>Panduan PDC &amp; Active Directory</strong>, akan menjelaskan cara menjadikan Linux openSUSE sebagai Primary Domain Controller / Active Directory, yang akan berfungsi sebagai domain logon dan file server baik bagi klien Windows maupun klien Linux</li>
<li><strong>Panduan Setting Akses Folder File Server</strong>, menjelaskan cara mengakses sharing folder antara Linux dan Windows dan cara melakukan mapping folder baik untuk klien Linux maupun Windows</li>
<li><strong>Panduan Setting Hak Akses, Group Akses dan Logon Script</strong>, akan menjelaskan tata cara setting hak akses dan wewenang masing-masing user, kelompok user/department/bagian dan juga setting otomatisasi logon script</li>
<li><strong>Panduan PDC &amp; Active Directory dengan Samba+OpenLDAP</strong>, menjelaskan tata cara setup untuk file server, PDC dan Active Directory yang ditujukan pada lingkup bisnis kelas enterprise</li>
</ol>
<p>Saya berharap rekan-rekan yang berniat mengganti Windows Server menjadi Linux Server dapat lebih mudah melakukan niatnya dan tidak perlu menghabiskan waktu yang terlalu lama untuk memahaminya.</p>
<p>Sekarang, mari kita mulai dengan tutorial pertama : <a href="http://vavai.com/v2/2009/06/panduan-membuat-file-server-linux-secara-mudah/"><strong>Panduan File Server Linux Secara Mudah</strong></a></p>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=443">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=443&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/06/tutorial-file-server-pengganti-windows-server/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan Membuat File Server Linux Secara Mudah</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/06/panduan-membuat-file-server-linux-secara-mudah/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/06/panduan-membuat-file-server-linux-secara-mudah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 09:32:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[File Server]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>
		<category><![CDATA[Samba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=445</guid>
		<description><![CDATA[File server pada sistem Linux yang dapat melayani klien Windows maupun Linux umumnya menggunakan fungsi-fungsi samba server. Melakukan setting Samba Server pada openSUSE merupakan satu hal yang mudah dan hanya melibatkan perintah Yes, No dan Next  
Tutorial ini berasumsi bahwa openSUSE 11.1 sudah terinstall. Jika belum, silakan instalasi terlebih dahulu.
Mari kita mulai setup file [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>File server pada sistem Linux yang dapat melayani klien Windows maupun Linux umumnya menggunakan fungsi-fungsi samba server. Melakukan setting Samba Server pada openSUSE merupakan satu hal yang mudah dan hanya melibatkan perintah Yes, No dan Next <img src='http://vavai.com/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tutorial ini berasumsi bahwa openSUSE 11.1 sudah terinstall. Jika belum, silakan instalasi terlebih dahulu.</p>
<p>Mari kita mulai setup file server&#8230;</p>
<p><strong>INSTALASI SAMBA SERVER</strong></p>
<p><strong>Menggunakan YAST</strong></p>
<p><strong><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/yast.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-447" title="yast" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/yast.jpg" alt="yast" width="244" height="86" /></a><br />
</strong></p>
<ol>
<li>Buka YAST | Software | Software Management</li>
<li>Ubah pilihan <strong>Search</strong> menjadi <strong>Pattern</strong> (lihat pada sudut kiri atas)</li>
<li>Pada daftar pattern yang ada, pilih <strong>Server Function </strong>dan dan beri tanda centang pada pilihan <strong>File Server</strong>.</li>
<li>Klik tombol <strong>Accept</strong> pada sudut kanan bawah YAST<a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-448" title="samba1" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba1.jpg" alt="samba1" width="485" height="379" /></a></li>
</ol>
<p><strong>Menggunakan Konsole / Terminal</strong></p>
<ol>
<li>Buka konsole/terminal (ALT+F2, konsole atau ALT+F2, gnome-terminal)</li>
<li>Masuk sebagai root dan jalankan perintah instalasi :
<pre class="brush: cpp">
zypper in -t pattern file_server
</pre>
</li>
</ol>
<p><strong>KONFIGURASI SAMBA SERVER</strong></p>
<ol>
<li>Buka YAST | Network Service | Samba Server (jika belum ada, tutup YAST dan buka lagi agar module yang baru diinstall mengalami proses refresh)</li>
<li>Pada wizard pertama, tentukan nama domain dari file server yang akan dibangun<br />
`<br />
<a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-451" title="samba2" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba2.jpg" alt="samba2" width="545" height="422" /></a></li>
<li>Pada wizard kedua, tentukan apakah Samba server yang kita bangun menjadi PDC (Primary Domain Controller), BDC atau sekedar file server biasa. Tutorial kali ini hanya akan memfungsikan openSUSE sebagai file server jadi silakan pilih pilihan <strong>Not a Domain Controller</strong><br />
`<br />
<strong><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-452" title="samba3" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba3.jpg" alt="samba3" width="545" height="422" /></a><br />
</strong></li>
<li>Tahap berikutnya adalah beberapa pilihan yang disediakan oleh Samba Server. Pada tab pertama mengenai <strong>Start-Up</strong>, pilih agar Samba Server dijalankan pada saat proses booting (<strong>During Boot)</strong>. Firewall untuk sementara dimatikan dan akan dibahas pada tutorial terakhir dari seri File Server Linux ini<br />
`<br />
<a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba4.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-453" title="samba4" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba4.jpg" alt="samba4" width="545" height="422" /></a></li>
<li>Pilihan berikutnya adalah daftar folder yang hendak dishare. Silakan klik tombol <strong>Add</strong> untuk membuat share folder baru. Klik juga pilihan &#8220;<strong>Allow Users to Share Their Directories&#8221;</strong>. Pilihan ini akan membolehkan user melakukan share atas home folder mereka.<br />
`<br />
<a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba5.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-454" title="samba5" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba5.jpg" alt="samba5" width="560" height="611" /></a></p>
<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba6.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-455" title="samba6" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba6.jpg" alt="samba6" width="410" height="414" /></a></p>
<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba7.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-456" title="samba7" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba7.jpg" alt="samba7" width="288" height="155" /></a></li>
<li>Tab <strong>Identity, Trusted Domain</strong> dan <strong>LDAP Setting</strong> tidak perlu diubah saat ini<br />
`<br />
<a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba8.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-457" title="samba8" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba8.jpg" alt="samba8" width="505" height="501" /></a></li>
<li>Klik OK untuk menutup samba server</li>
</ol>
<p><strong>MEMBUAT USER JARINGAN</strong></p>
<p>Untuk membuat user jaringan, silakan lakukan langkah sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Buka konsole/terminal (ALT+F2, konsole atau ALT+F2, gnome-terminal)</li>
<li>Masuk sebagai root dan jalankan perintah berikut (ganti <strong>namauser </strong>dengan nama yang diinginkan) :
<pre class="brush: cpp">
useradd namauser
passwd namauser
smbpasswd -a namauser
</pre>
</li>
</ol>
<p><strong>MENGAKTIFKAN SAMBA SERVER</strong></p>
<pre class="brush: cpp">
service smb restart
</pre>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>TESTING FILE SERVER</strong><br />
Untuk mengakses file server Linux yang baru dibangun kita bisa menggunakan cara yang sama jika mengakses Windows Server, contohnya pada Windows Explorer ketikkan alamat sebagai berikut : <strong>\\ip-address-server</strong> atau <strong>\\nama-server.</strong></p>
<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba9.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-458" title="samba9" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba9.jpg" alt="samba9" width="573" height="298" /></a></p>
<p>Cara akses yang sama bisa dilakukan pada klien Linux dengan menggunakan Konqueror atau Dolphin atau Nautilis. Pada Linux, kita membutuhkan aplikasi samba client. Saat memanggil alamat <strong>\\ip-address-server</strong> atau \\nama-server biasanya secara otomatis akan memanggil protokol samba sehingga url akan secara otomatis berubah menjadi <strong>smb://ip-address-server </strong>atau <strong>smb://nama-server</strong>.</p>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=445">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=445&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/06/panduan-membuat-file-server-linux-secara-mudah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Otomatisasi Setting PXE Boot Server untuk Instalasi openSUSE Via Jaringan</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/06/otomatisasi-setting-pxe-boot-server-untuk-instalasi-opensuse-via-jaringan/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/06/otomatisasi-setting-pxe-boot-server-untuk-instalasi-opensuse-via-jaringan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 17:53:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[bash]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=434</guid>
		<description><![CDATA[
Beberapa waktu yang lalu saya sudah menulis panduan mengenai &#8220;Tutorial Instalasi openSUSE Tanpa CD/DVD Menggunakan PXE Boot&#8221; bagian I dan bagian II. Kedua tutorial itu semestinya mudah diikuti dan sukses dijalankan karena saya mencobanya berulang kali sebelum menuliskannya.
Untuk lebih mempermudah proses setup, saya membuatkan script untuk otomatisasi setup PXE Boot Server yang akan melakukan hal-hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-438" title="pxe" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe1.jpg" alt="pxe" width="405" height="261" /></a></p>
<p>Beberapa waktu yang lalu saya sudah menulis panduan mengenai &#8220;Tutorial Instalasi openSUSE Tanpa CD/DVD Menggunakan PXE Boot&#8221; <a href="http://vavai.com/v2/2009/05/instalasi-opensuse-tanpa-cddvd-menggunakan-pxe-boot-network/">bagian I</a> dan <a href="http://vavai.com/v2/2009/06/instalasi-opensuse-tanpa-cddvd-menggunakan-pxe-boot-network-bagian-ii/">bagian II</a>. Kedua tutorial itu semestinya mudah diikuti dan sukses dijalankan karena saya mencobanya berulang kali sebelum menuliskannya.</p>
<p>Untuk lebih mempermudah proses setup, saya membuatkan script untuk otomatisasi setup PXE Boot Server yang akan melakukan hal-hal sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Melakukan setup DHCP Server agar otomatis menerima permintaan DHCP dan request boot melalui Boot ROM / LAN Card</li>
<li>Melakukan setup TFTP Server agar otomatis aktif pada saat boot</li>
<li>Melakukan setup PXE Server dengan mengaktifkan konfigurasi syslinux dan file untuk booting</li>
</ol>
<p>Berikut adalah tampilan pada saat script dijalankan (Klik jika membutuhkan tampilan yang lebih besar)</p>
<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe-auto.png"><img class="size-full wp-image-435 alignnone" title="pxe-auto" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe-auto.png" alt="pxe-auto" width="520" height="474" /></a></p>
<p>Mengingat script ini membutuhkan file <strong>initrd</strong> dengan besar sekitar 22 MB dan file boot <strong>linux</strong> dengan besar sekitar 2 MB, saya memilih untuk menyediakan 2 buah file kompresi tar.gz, yaitu file script dengan initrd dan boot linux lengkap serta file kompresi tar.gz tanpa kedua file tersebut. Langkah ini saya tempuh agar proses download tidak terlalu lama. Kedua file tersebut (initrd dan linux) dapat ditemukan pada DVD openSUSE didalam folder /boot/i386/loader/.</p>
<p>Berikut adalah cara menggunakan script otomatisasi setting PXE Server :</p>
<ol>
<li>Download script. Silakan pilih, <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe-auto.tar.gz">pxe boot lengkap dengan initrd (24 MB)</a> atau <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe-auto-tanpa-initrd.tar.gz">pxe boot  tanpa  initrd (1 MB)</a>. Contoh pada tutorial ini menggunakan script pertama, pxe boot lengkap dengan initrd, karena itu sesuaikan nama file jika menggunakan pilihan kedua. Satu-satunya letak perbedaan kedua script adalah bahwa script pertama sudah dibundel dengan initrd sedangkan script kedua membutuhkan file initrd dan linux yang dapat dicopy dari DVD openSUSE. Saya menggunakan folder contoh /home/vavai sebagai tempat penyimpanan file script yang didownload.</li>
<li>Buka konsole (ALT+F2, konsole atau ALT+F2, gnome-terminal jika menggunakan gnome desktop manager)</li>
<li>Ekstrak, masuk ke folder dan jalankan script
<pre class="brush: cpp">
su
cd /home/vavai
tar -zxvf pxe-auto.tar.gz
cd pxe-auto
chmod +x pxe-server-auto.sh
./pxe-server-auto.sh
</pre>
</li>
<li>Jika menggunakan script kedua (pxe server tanpa initrd), lakukan copy data file initrd dan linux dari folder /boot/i386/loader/ yang ada pada DVD openSUSE</li>
<li>Lakukan  setting Bios agar boot melalui LAN (set agar LAN menjadi prioritas utama untuk booting dan aktifkan pilihan boot from lan)</li>
<li>Restart komputer klien<br />
<a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe-auto-client.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-441" title="pxe-auto-client" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe-auto-client.jpeg" alt="pxe-auto-client" width="508" height="329" /></a></li>
</ol>
<p><strong>Catatan :</strong></p>
<ol>
<li>Instalasi melalui jaringan membutuhkan repositori jaringan lokal/internet. Silakan merujuk pada artikel bagian pertama diatas atau pada artikel ini : <a href="http://opensuse.or.id/panduan/instalasi/membuat-repositori-lokal-opensuse/">Membuat Repositori Lokal untuk openSUSE</a> untuk membuat sebuah repo lokal</li>
<li>Instalasi melalui repo online dapat dilakukan namun dengan pertimbangan kecepatan akses sangat berpengaruh, disarankan menggunakan repo lokal dalam bentuk DVD openSUSE yang isinya dicopy ke folder tertentu</li>
</ol>
<p><strong>Kode Bash Script :</strong></p>
<pre class="brush: cpp">
#!/bin/sh

#Hapus Layar
clear

echo -e &quot;########################################################################&quot;
echo -e &quot;# pxe-server-auto ver 2009.06.001, dites pada OpenSUSE 11.1            #&quot;
echo -e &quot;# Skrip untuk otomatisasi konfigurasi pxe server-instalasi via network #&quot;
echo -e &quot;# Masim &#039;Vavai&#039; Sugianto - vavai@vavai.com - http://vavai.com/blog/v2  #&quot;
echo -e &quot;########################################################################&quot;

echo &quot;&quot;

#Default Configuration
startdirectory=&quot;/tmp/pxe-auto/&quot;
searchterm=&quot;vavai.com&quot;
ibold=&quot;\033[1m&quot;&quot;\n===&gt; &quot;
ebold=&quot;\033[0m&quot;

versi=$(grep &quot;VERSION&quot; /etc/SuSE-release | cut -f 2 -d =)

#Lakukan trim agar tidak ada white space
versi=${versi/ /}

#Tanya, punya akses internet tidak ? Jika ya, gunakan repo online
echo -n &quot;Apakah anda ingin instalasi menggunakan repo online ? [Y/T] &quot;
read jawab
flag_akses_internet=&quot;`echo $jawab|tr [a-z] [A-Z]`&quot;

echo -e $ibold&quot;Membaca variabel konfigurasi..............................&quot;$ebold
echo &quot;&quot;
echo &quot;Proses konfigurasi...&quot;
echo -n &quot;Masukkan nama domain (contoh : vavai.com) : &quot;
read nama_domain
echo -n &quot;Masukkan alamat IP (contoh : 192.168.0.1) : &quot;
read alamat_ip
echo -n &quot;Range DHCP IP Address (contoh : 192.168.0.201 192.168.0.250) : &quot;
read range_ip

#Subnet IP
subip1=$(echo $alamat_ip | cut -f 1 -d .)
subip2=$(echo $alamat_ip | cut -f 2 -d .)
subip3=$(echo $alamat_ip | cut -f 3 -d .)
subip4=$(echo $alamat_ip | cut -f 4 -d .)

subnet_ip=&quot;$subip1.$subip2.$subip3.0&quot;
broadcast_ip=&quot;$subip1.$subip2.$subip3.255&quot;

echo -e $ibold&quot;Refresh repositori...........................................&quot;$ebold

if [ &quot;$flag_akses_internet&quot; = &quot;Y&quot; ] ;
then
zypper mr -da
zypper ar &quot;http://mirror1.opensuse.or.id/repo/$versi/oss/&quot; oss-m1
zypper ar &quot;http://mirror1.opensuse.or.id/repo/$versi/non-oss/&quot; non-oss-m1
#   zypper ar http://mirror1.opensuse.or.id/repo/packman/suse/11.1/ packman-m1
zypper ref
fi

echo -e $ibold&quot;Installasi paket yang dibutuhkan............................&quot;$ebold
zypper in rsync yast2-tftp-server tftp syslinux dhcp-server dhcp-relay dhcp-tools dhcpv6 yast2-dhcp-server

echo -e $ibold&quot;Salin file konfigurasi ke folder temporary..................&quot;$ebold
mkdir -p $startdirectory

rsync -av --delete . $startdirectory

echo -e $ibold&quot;Ubah konfigurasi..............................................&quot;$ebold

for file in $(grep -l -R $searchterm $startdirectory)
do
sed -e &quot;s/$searchterm/$nama_domain/g&quot; -e &quot;s/192.168.0.0/$subnet_ip/g&quot; -e &quot;s/192.168.0.1/$alamat_ip/g&quot; -e &quot;s/192.168.0.201 192.168.0.250/$range_ip/g&quot; -e &quot;s/192.168.0.255/$broadcast_ip/g&quot; $file &gt; /tmp/tempfile.tmp
mv /tmp/tempfile.tmp $file
echo &quot;Modified: &quot; $file
done
echo &quot;Done!&quot;

echo -e $ibold&quot;Update konfigurasi............................................&quot;$ebold

mkdir -p /srv/tftpboot
rsync -av  $startdirectory&quot;tftpboot/&quot; /srv/tftpboot
mv /etc/dhcpd.conf /etc/dhcpd.conf.asli
cp $startdirectory&quot;dhcpd.conf&quot; /etc/
cp $startdirectory&quot;tftp&quot; /etc/xinetd.d

echo -e $ibold&quot;Menjalankan service..........................................&quot;$ebold
chkconfig --add dhcpd
chkconfig dhcpd on
service dhcpd restart
service xinetd restart
#SuSEconfig

echo -e $ibold&quot;Proses konfigurasi telah selesai.............................&quot;$ebold
</pre>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=434">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=434&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/06/otomatisasi-setting-pxe-boot-server-untuk-instalasi-opensuse-via-jaringan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadwal Training Excellent – Bulan Juni 2009</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/06/jadwal-training-excellent-bulan-juni-2009/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/06/jadwal-training-excellent-bulan-juni-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 04:34:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[zimbra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[
Mengingat ada beberapa event training pada bulan Juni 209 ini, saya merangkumnya dalam 1 halaman agar lebih mudah dibaca dan jika ada yang berminat mengikutinya bisa memilih waktu dan materi yang diinginkan.

TRAINING &#8220;MIGRASI SERVER (WINDOWS-LINUX)&#8221; &#8211; 2 HARI (13-14 JUNI 2009)

TRAINING &#8220;BLOG UNTUK PENDAPATAN ONLINE&#8221; &#8211; 1 HARI (20 JUNI 2009)

TRAINING ZIMBRA MAIL SERVER &#38; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/migrasi-windows-linux.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-428" title="migrasi-windows-linux" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/migrasi-windows-linux.jpg" alt="migrasi-windows-linux" width="350" height="204" /></a></p>
<p>Mengingat ada beberapa event training pada bulan Juni 209 ini, saya merangkumnya dalam 1 halaman agar lebih mudah dibaca dan jika ada yang berminat mengikutinya bisa memilih waktu dan materi yang diinginkan.</p>
<ol>
<li><strong>TRAINING &#8220;MIGRASI SERVER (WINDOWS-LINUX)&#8221; &#8211; 2 HARI (13-14 JUNI 2009)<br />
</strong></li>
<li><strong>TRAINING &#8220;BLOG UNTUK PENDAPATAN ONLINE&#8221; &#8211; 1 HARI (20 JUNI 2009)<br />
</strong></li>
<li><strong>TRAINING ZIMBRA MAIL SERVER &amp; COLLABORATION SUITE &#8211; 1 HARI (27 JUNI 2009)</strong></li>
</ol>
<p>Berikut adalah detail dari training masing-masing :</p>
<p><strong>TRAINING &#8220;MIGRASI SERVER (WINDOWS-LINUX)&#8221;</strong></p>
<p>Training Administrator Linux ditujukan bagi rekan-rekan yang ingin memahami mekanisme administrasi, setup dan penggunaan Server Linux di perusahaan/instansi/lembaga. Training ini juga bisa menjadi sarana yang tepat untuk mendapatkan pengetahuan mengenai tips dan trick implementasi Linux server skala perusahaan.</p>
<p>Training ini juga cocok bagi perusahaan yang berkeinginan melakukan migrasi sistem dari Windows ke Linux, melakukan penghematan biaya lisensi atau ingin memberikan pengetahuan yang cukup bagi staff IT yang ditugaskan melakukan implementasi migrasi.</p>
<p>FAQ :</p>
<p><strong>Q : Kapan &amp; Dimana ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Hari Sabtu &amp; Minggu 13-14 Juni  2009, Perumahan Duren Jaya Jl. Candi Mendut Raya Blok C No. 328 Bekasi.<br />
</em></p>
<p><strong>Q : Berapa maksimal jumlah peserta ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Maksimal 10 peserta</em></p>
<p><strong>Q : Bagaimana Pembagian Waktu &amp; Pelaksanaan Training</strong></p>
<p><em>A : Training dilaksanakan dalam 2 hari </em></p>
<p><em>Hari pertama Tahap 1 mulai pukul 09.00 WIB s/d 12.00 WIB. Tahap 1 membahas materi instalasi dasar server Linux, konfigurasi network, manajemen user, group, setting DNS &amp; DHCP Server &amp; LTSP Server. </em></p>
<p><em>Pukul 12.00 WIB  istirahat makan siang dan shalat selama 1 jam  s/d pukul 13.00 WIB. </em></p>
<p><em>Hari Pertama Tahap 2 mulai pukul 13.00 WIB s/d pukul 16.00 WIB membahas mengenai Email Server, FTP Server &amp; Proxy Server</em></p>
<p><em>Hari Kedua Tahap 1 </em><em>mulai pukul 09.00 WIB s/d 12.00 WIB dengan topik bahasan </em><em>Primary Domain Controller (Active Directory) + File Server dengan Samba, Backup data dengan rsync server dan fsdump</em></p>
<p><em>Pukul 12.00 WIB  istirahat makan siang dan shalat selama 1 jam  s/d pukul 13.00 WIB. </em></p>
<p><em>Hari Kedua Tahap 2 membahas materi Apache Web Server, Virtual Host dengan Apache, Print Server dengan CUPS dan </em><em>Database Server dengan MySQL Server.</em></p>
<p><strong>Q : Berapa biaya untuk mengikuti training ini ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Biaya training sebesar Rp. 500.000,- per hari atau Rp. 1.000.000,- untuk 2 hari, sudah termasuk : Sertifikat, Buku modul panduan, DVD openSUSE 11.1 dan openSUSE 11.1 LiveDVD + Multimedia, snack dan makan siang.</em></p>
<p><em>Diperbolehkan untuk mendaftar salah satu hari atau keduanya. Jangan lupa untuk mencantumkan hari yang diambil pada saat melakukan pendaftaran.<br />
</em></p>
<p><strong>Q : Apa saja paket panduan yang didapatkan dari training ini<br />
</strong></p>
<p><em>A :  Berikut adalah paket yang anda dapatkan :<br />
</em></p>
<ol>
<li>Sertifikat training</li>
<li>Distro Linux openSUSE 11.1 yang digunakan sebagai media training</li>
<li>Panduan Migrasi Server dari Windows ke Linux yang mencakup keseluruhan materi</li>
<li>Paket DVD Repositori openSUSE 11.1 yang mencakup seluruh aplikasi dan library paket</li>
<li>Snack &amp; Makan siang</li>
</ol>
<p>Berikut adalah detail dari training masing-masing :</p>
<p><strong>TRAINING &#8220;BLOG UNTUK PENDAPATAN ONLINE&#8221;</strong></p>
<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/online-blog-earning.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-431" title="online-blog-earning" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/online-blog-earning.jpg" alt="online-blog-earning" width="300" height="221" /></a>Training ini ditujukan bagi rekan-rekan yang ingin memulai membuat blog, melakukan manajemen blog, mengetahui cara melakukan pemesanan domain, hosting, update blog hingga cara menjadikan blog sebagai sumber pendapatan online.</p>
<p>Training ini cocok bagi rekan-rekan yang ingin belajar membangun blog dan berniat mendapatkan penghasilan dari blog yang dimiliki. Training ini bukan cara cepar menghasilkan uang secara online melainkan cara tepat untuk memanfaatkan blog untuk sesuatu yang berguna baik bagi diri sendiri maupun online</p>
<p>Training dilakukan secara online menggunakan nama domain/sub domain asli yang ada diinternet.</p>
<p>FAQ :</p>
<p><strong>Q : Kapan &amp; Dimana ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Hari Sabtu, 20  Juni  2009, Perumahan Duren Jaya Jl. Candi Mendut Raya Blok C No. 328 Bekasi.<br />
</em></p>
<p><strong>Q : Berapa maksimal jumlah peserta ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Maksimal 10 peserta</em></p>
<p><strong>Q : Apa Saja Lingkup Materi Training</strong></p>
<p><em>Training ini membahas hal-hal sebagai berikut :</em></p>
<ul>
<li><em>Cara memilih nama domain, nilai dari nama domain dan tips memilih <em>nama domain</em></em></li>
<li><em>Cara memesan nama domain</em></li>
<li><em>Cara memesan hosting</em></li>
<li><em>Cara menggunakan CPanel dan Fantastico untuk instalasi website/blog secara mudah</em></li>
<li><em>Cara melakukan upload file menggunakan FTP</em></li>
<li><em>Cara melakukan instalasi &amp; setup blog/website secara manual</em></li>
<li><em>Cara mengubah themes &amp; appearance</em></li>
<li><em>Cara Memasang plugin</em></li>
<li><em>Dasar-Dasar Search Engine Optimization<br />
</em></li>
<li><em>Tips menarik pengunjung</em></li>
<li><em>Tips melakukan monetisasi blog melalui program Pay Per Click</em></li>
<li><em>Tips melakukan monetisasi blog melalui program penjualan link</em></li>
</ul>
<p><strong>Q : Berapa biaya untuk mengikuti training ini ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Biaya training sebesar Rp. 500.000,-  sudah termasuk : </em><em>CD berisi modul training &amp; paket software yang dibutuhkan, </em><em>Paket hosting sebesar 50 MB untuk 1 tahun, Sertifikat, Buku modul panduan, snack dan makan siang.</em></p>
<p><strong>TRAINING &#8220;ZIMBRA MAIL SERVER &amp; COLLABORATION SUITE&#8221;</strong><br />
<img src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/themes/NewsPro/images/zimbra-opensuse.jpg" alt="Zimbra" /><br />
<strong>FAQ :</strong></p>
<p><strong>Q : Kapan &amp; Dimana ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Hari Sabtu, 27 Juni 2009, Perumahan Duren Jaya Jl. Candi Mendut Raya Blok C No. 328 Bekasi.<br />
</em></p>
<p><strong>Q : Berapa maksimal jumlah peserta ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Maksimal 10 peserta</em></p>
<p><strong>Q : Bagaimana Pembagian Waktu &amp; Pelaksanaan Training</strong></p>
<p><em>A : Training dilaksanakan dalam 1 hari (1 sesi) dengan 2 tahap. </em></p>
<p><em>Tahap 1 mulai pukul 09.00 WIB s/d 12.00 WIB. Tahap 1 membahas materi pengenalan dan pemahaman email server, instalasi sistem, setting DNS, tweak sistem dan instalasi Zimbra. </em></p>
<p><em>Pukul 12.00 WIB  istirahat makan siang dan shalat selama 1 jam  s/d pukul 13.00 WIB. </em></p>
<p><em>Tahap 2 mulai pukul 13.00 WIB s/d pukul 15.00 WIB membahas mengenai manajemen Zimbra, konfigurasi klien dan tips maintenance Zimbra<br />
</em></p>
<p><strong>Q : Berapa biaya untuk mengikuti training ini ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Biaya training sebesar Rp. 500.000,- sudah termasuk : Buku modul panduan, DVD openSUSE 10.3, CD Zimbra update terakhir, panduan dalam bentuk file PDF, DVD openSUSE 11.1 dan openSUSE 11.1 LiveDVD + Multimedia, snack dan makan siang.</em></p>
<p><strong>Q : Apakah ada testing akses email dan konfigurasinya untuk mengirim ke internet ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Training ini dilakukan dalam simulasi dan kondisi seorang staff IT perusahaan diharuskan melakukan setup mail server dalam 1 hari. Kondisi dan simulasi mendekati situasi sebenarnya, dengan demikian ada fase instalasi, setup, konfigurasi klien dan bagaimana menghubungkan email server dengan internet/ISP.</em></p>
<p><strong>Q : Apakah ada jaminan pasti bisa ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Ya, dalam situasi normal pasti bisa. Training dilakukan dalam kondisi mendasar dan diasumsikan setiap peserta belum pernah menggunakan Linux. selain itu, kami tetap memberikan support pasca training.</em></p>
<p><em>Zimbra adalah suite aplikasi kolaborasi yang menyediakan fasilitas mail server sekelas Microsoft Exchange Server. Jika Exchange Server membutuhkan biaya lisensi yang cukup besar, Zimbra dapat dijalankan tanpa biaya lisensi sama sekali karena Zimbra Open Source Edition tersedia dalam lisensi MPL (</em><em>Mozilla Public License).</em></p>
<p><strong>Q : Mengapa menggunakan Zimbra Mail Server ?<br />
</strong></p>
<p><em>A :  Berikut adalah benefit penggunaan Zimbra :<br />
</em></p>
<ol>
<li><em>Zimbra adalah pilihan terbaik bagi perusahaan yang menginginkan aplikasi mail server sekelas Exchange Server namun tanpa  biaya lisensi.</em></li>
<li><em>Zimbra sangat powerful. Dibangun dengan teknologi AJAX, aplikasi webmail Zimbra mendukung </em><em>rich application dan bisa dikolaborasikan dengan sistem lain</em></li>
<li><em>Zimbra web mail dapat diakses dengan berbagai pilihan, apakah akses dalam bentuk AJAX, HTML atau akses mobile</em></li>
<li><em>Lelah pada aplikasi email server gratisan yang harus disetup dan administrasi secara manual ? Zimbra datang dengan feature administrasi yang komplit dan bisa diakses melalui web dalam modus SSL</em></li>
<li><em>Zimbra menyediakan feature web mail terkini, seperti briefcase, task &amp; schedule, instant messaging / local chat, sharing folder email, calendar dll</em></li>
<li><em>Dukungan otomatis untuk anti virus (menggunakan engine ClamAV) dan anti spam (SpamAssasin)</em></li>
</ol>
<p><strong>Q : Apa saja isi training ?<br />
</strong></p>
<p><em>A :  Berikut adalah garis besar materinya :<br />
</em></p>
<ol>
<li><em>Setup &amp; instalasi distro Linux OpenSUSE sebagai distro Linux yang akan dijadikan sebagai email server berbasis Zimbra</em></li>
<li><em>Setup &amp; instalasi Zimbra Mail Server</em></li>
<li><em>Setup Fetchmail untuk koneksi antara email server dengan ISP mail server</em></li>
<li><em>Setup Webmail</em></li>
<li><em>Manajemen Zimbra Mail Server, termasuk setup account, kuota, setup anti virus, anti spam, block attachment tertentu, check queue dan setup global setting</em></li>
<li><em>Setup email client, import address book</em></li>
<li><em>Setup Zimbra Mobile Client untuk akses email via HP</em></li>
<li><em>Simulasi setup domain dan hosting</em></li>
</ol>
<p><strong>Mengapa Harus Tertarik pada Training Ini ?<br />
</strong></p>
<ul>
<li><em>Instruktur berpengalaman sebagai system administrator</em></li>
<li><em>Pengalaman melakukan deployment &amp; instalasi email server Zimbra pada berbagai lembaga dan instansi baik pemerintah maupun swasta. Kami tidak hanya bicara pada tataran teoritis atau coba-coba. Kami akan </em><em>share pengalaman kami dalam melakukan setup sistem yang tidak boleh down, pengalaman kami selama melakukan migrasi sistem dari email server jenis lain (Exchange Server, MDaemon, Postfix, QMail, HMailServer) dan pengalaman kami melakukan migrasi pada sistem yang sedang berjalan </em></li>
<li><em>Jaminan “Pasti Bisa”. Kami tidak ingin anda mendapat celaka dari perusahaan karena mengikuti training yang tidak bisa diaplikasikan dan diimplementasikan <img class="wp-smiley" src="../wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":-D" /><br />
</em></li>
<li><em>Simulasi dengan akses internet. Agar benar-benar sesuai dengan keadaan </em><em>real di dunia nyata, kami memberikan simulasi yang sesuai dalam skala perusahaan. Kami menyediakan nama domain dan hosting untuk testing agar simulasi menjawab semua pertanyaan anda tentang implementasi email server</em></li>
<li><em>Dukungan support. Kami tidak berlepas diri setelah anda menyelesaikan training. Kami tetap memberikan support agar anda tidak kesulitan melakukan implementasi. Kami mendukung dan menganjurkan penggunaan aplikasi open source dan akan sangat menyenangkan buat kami jika mampu berkontribusi meningkatkan penetrasi dan penggunaan aplikasi open source di Indonesia</em></li>
<li><em>Suasana training yang santai namun tetap fokus. Anda tidak perlu dibebani pikiran yang berat-berat atau membayangkan tugas yang sulit untuk mengikuti training <img src='http://vavai.com/v2/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> . Jadikan training ini kesempatan untuk meningkatkan kemampuan anda dengan cara yang santai namun terarah</em></li>
</ul>
<p><strong>Catatan Khusus</strong></p>
<p><strong>Q : Bagaimana cara melakukan pendaftaran ?</strong></p>
<p><em>A : Silakan mengirimkan email pendaftaran ke alamat email <strong>training@vavai.com </strong>dan di cc ke <strong>vavai@vavai.com</strong> berisi Nama, alamat, no telp yang bisa dihubungi, jumlah peserta yang akan mengikuti training dan hari training yang akan diikuti (Untuk training migrasi server, tentukan apakah hanya memilih hari pertama, hari kedua atau training lengkap 2 hari)</em></p>
<p><strong>Q : Bagaimana cara melakukan pembayaran ?</strong></p>
<p><em>A : Pembayaran dapat dilakukan dengan melakukan proses transfer ke salah satu dari 3 rekening Bank sebagai berikut :</em></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong></strong></span></p>
<p><strong><br />
<input alt="BCA" src="http://toko.vavai.biz/myfiles/image/logo_bca.gif" type="image" /> </strong> <span style="color: #0000ff;">BCA KCP Jababeka Cikarang &#8211; Bekasi Ac No : <strong>876 019 6755</strong> atas nama Masim Sugianto</span></p>
<input alt="Bank Muamalat Indonesia" src="http://toko.vavai.biz/myfiles/image/muamalat.gif" type="image" />
<p><span style="color: #0000ff;">Jika anda Pengguna Group Bank ATM Bersama (Mandiri, BNI, Bukopin, BII dll) Silakan menggunakan Rekening Bank Muamalat, A/C No : </span><strong>305 218 2022</strong> <span style="color: #0000ff;">atas nama Masim Sugianto.</span></p>
<input alt="logo Bank Niaga" src="http://toko.vavai.biz/myfiles/image/logo_cimbniaga.gif" type="image" />
<p><span style="color: #0000ff;">Jika anda pengguna Bank Niaga atau Bank Lippo, silakan menggunakan nomor rekening Bank Niaga : 9080103275145 kantor cabang Kelapa Gading atas nama Masim Sugianto.</span></p>
<p><strong>Q : Kapan proses pembayaran dilakukan<br />
</strong></p>
<p><em>A : Pembayaran dilakukan pada H-2 dari waktu pelaksanaan training<br />
</em></p>
<p><strong>Q : Adakah alamat kontak yang bisa dihubungi ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Tentu saja ada, silakan hubungi email : <strong>training@vavai.com</strong> atau  <strong>vavai@vavai.com</strong>, Yahoo Messenger : <strong>vchm_chow</strong> atau melalui telepon ke : <strong>0818 489629</strong><br />
</em></p>
<p><strong>Q : Bolehkah membawa laptop/komputer sendiri<br />
</strong></p>
<p><em>A : Komputer sudah disediakan oleh kami namun jika ingin membawa komputer sendiri tak ada masalah, sebaiknya menggunakan komputer/Laptop Pentium 4 dengan memori minimal 512 MB dan memiliki akses jaringan.<br />
</em></p>
<p><strong>Q : Apakah boleh membawa komputer server kantor agar bisa langsung disetup ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Boleh-boleh saja. Training ini ditujukan agar admin server dapat melakukan fungsinya dengan baik sehingga simulasi dengan keadaan real akan sangat membantu.</em></p>
<p><strong>Q : Saya dari luar kota, apakah bisa dibantu untuk akomodasi ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Ya, silakan sampaikan via email jika anda berasal dari luar kota dan ingin dibantu akomodasinya. Ada beberapa hotel bagus dengan biaya relatif murah dan dekat dengan tempat training. Jika menginginkan akomodasi dalam bentuk lain (penginapan/rumah tinggal) silakan disampaikan melalui email.</em></p>
<p><strong>Q : Apakah ada jaminan pasti bisa ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Ya, dalam situasi normal pasti bisa. Training dilakukan dalam kondisi mendasar dan diasumsikan setiap peserta belum pernah menggunakan Linux. Selain itu, kami tetap memberikan support pasca training.</em></p>
<p><strong>Q : Distro apa yang digunakan<br />
</strong></p>
<p><em>A :  Distro yang akan digunakan adalah distro Linux openSUSE versi terkini (11.1), kecuali untuk training blog/website bisa menggunakan aplikasi Firefox.<br />
</em></p>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=426">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=426&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/06/jadwal-training-excellent-bulan-juni-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Instalasi openSUSE tanpa CD/DVD – Menggunakan PXE Boot Network Bagian II</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/06/instalasi-opensuse-tanpa-cddvd-menggunakan-pxe-boot-network-bagian-ii/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/06/instalasi-opensuse-tanpa-cddvd-menggunakan-pxe-boot-network-bagian-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 10:49:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=420</guid>
		<description><![CDATA[/* Catatan : Artikel ini merupakan bagian kedua dari 2 tulisan mengenai setting PXE Server agar bisa melakukan instalasi openSUSE melalui jaringan. Silakan merujuk pada  Tutorial Bagian I Untuk penjelasan pengantar dan konfigurasi awal sistem. */


MEMPERSIAPKAN KONFIGURASI DHCP SERVER

DHCP(Dynamic Host Configuration Protocol) diperlukan untuk memberikan IP Address dan rujukan mengenai PXE Server yang akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>/* Catatan : Artikel ini merupakan bagian kedua dari 2 tulisan mengenai setting PXE Server agar bisa melakukan instalasi openSUSE melalui jaringan. Silakan merujuk pada  <a href="http://vavai.com/v2/2009/05/instalasi-opensuse-tanpa-cddvd-menggunakan-pxe-boot-network/">Tutorial Bagian I</a> Untuk penjelasan pengantar dan konfigurasi awal sistem. */<br />
</strong></em><br />
<img src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe.jpg" alt="PXE Boot" /><br />
<strong>MEMPERSIAPKAN KONFIGURASI DHCP SERVER<br />
</strong></p>
<p>DHCP(Dynamic Host Configuration Protocol) diperlukan untuk memberikan IP Address dan rujukan mengenai PXE Server yang akan digunakan oleh klien. Berikut adalah panduan konfigurasinya :</p>
<ol>
<li>Install DHCP Server
<pre class="brush: cpp">
zypper in -t pattern dhcp_dns_server
</pre>
</li>
<li>Backup konfigurasi awal DHCP Server
<pre class="brush: cpp">
mv /etc/dhcpd.conf /etc/dhcpd.conf.original
</pre>
</li>
<li>Buat file  /etc/dhcpd.conf baru dengan isi sebagai berikut :
<pre class="brush: cpp">
# dhcpd.conf
#
# Sample configuration file for ISC dhcpd
## option definitions common to all supported networks...
#
# All of this happens behind the firewall, and the whole domain
# is made-up anwyay, so this is mostly fluff.
#
option domain-name &quot;vavai.net&quot;;

# We don&#039;t have Nameservers... so let&#039;s just forget this item
#option domain-name-servers ns1.networkboot.org, ns2.networkboot.org;

default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;

# if you do not use dynamical DNS updates:
#
# this statement is needed by dhcpd-3 needs at least this statement.
# you have to delete it for dhcpd-2, because it does not know it.
#
# if you want to use dynamical DNS updates, you should first read
# read /usr/share/doc/packages/dhcp-server/DDNS-howto.txt
ddns-update-style none; ddns-updates off;

# If this DHCP server is the official DHCP server for the local
# network, the authoritative directive should be uncommented.
#authoritative;

# Use this to send dhcp log messages to a different log file (you also
# have to hack syslog.conf to complete the redirection).
log-facility local7;

#  We only want to respond to PXE DHCP requests

allow booting;

# define rules to identify DHCP Requests from PXE and Etherboot clients.

class &quot;pxe&quot; {
match if substring (option vendor-class-identifier, 0, 9) = &quot;PXEClient&quot;;
}
class &quot;etherboot&quot; {
match if substring (option vendor-class-identifier, 0, 9) = &quot;Etherboot&quot;;
}

# This is our subnet for PXE boot/installation.

subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
option broadcast-address 192.168.0.255;
pool {
range 192.168.0.101 192.168.0.150; # only need a few addresses
default-lease-time 180; # no long lease time required for booting
max-lease-time 360;     # booted system does its own dhcp request
server-name &quot;192.168.0.8&quot;; # This happens to be the IP of this server too
next-server 192.168.0.8; # Address of the TFTP server
filename &quot;pxelinux.0&quot;;
allow members of &quot;pxe&quot;; # only respond to PXE requests
allow members of &quot;etherboot&quot;; # allow etherboot, too
}
}
</pre>
</li>
<li>Lakukan perubahan pada file /etc/dhcpd.conf, terutama untuk IP Address dari DHCP Server. Pada tutorial ini, IP yang akan digunakan sebagai server PXE adalah IP 192.168.0.8. Jangan lupa sesuaikan juga  <strong>subnet, broadcast </strong>dan<strong> range</strong> <strong>address</strong>.</li>
<li>Edit file /etc/sysconfig/dhcpd dan aktifkan network card yang akan digunakan untuk menerima respon permintaan DHCP. Contoh, jika saya menggunakan LAN Card pertama sebagai penerima respon, saya akan memilih eth0. Jika bingung, silakan pilih  ANY <img src='http://vavai.com/v2/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  .
<pre class="brush: cpp">
# Examples: DHCPD_INTERFACE=&quot;eth0&quot;
#           DHCPD_INTERFACE=&quot;eth0 eth1 eth2 tr0 wlan0&quot;
#           DHCPD_INTERFACE=&quot;internal0 internal1&quot;
#           DHCPD_INTERFACE=&quot;ANY&quot;
#
DHCPD_INTERFACE=&quot;eth0&quot;
</pre>
</li>
<li>Start/Restart DHCP Service
<pre class="brush: cpp">
service dhcpd restart
</pre>
</li>
</ol>
<p><strong>KONFIGURASI PXE BOOT<br />
</strong></p>
<ol>
<li>Copy semua file yang ada di DVD (lihat bagian I) didalam folder/boot/i386/loader kedalam folder /srv/tftpboot : message, initrd dan linux</li>
<li>Copy file yang ada di DVD dengan nama/boot/i386/loader/isolinux.cfg kedalam folder /srv/tftpboot/pxelinux.cfg/. Ganti namanya menjadi <strong>default</strong></li>
<li>Restart  DHCP Service
<pre class="brush: cpp">
service dhcpd restart
</pre>
</li>
</ol>
<h3><strong>MENGGUNAKAN KLIEN UNTUK BOOT MELALUI PXE</strong></h3>
<ol>
<li>Siapkan PC dengan  Network card yang mendukung proses Boot melalui network</li>
<li>Ubah setting BIOS, jadikan Boot from LAN/Boot From Network sebagai prioritas</li>
<li>Restart komputer.<br />
`<br />
<a href="http://vavai.net/wp-content/uploads/2009/01/tftp-server-2.jpeg"><img class="size-full wp-image-454 alignnone" title="tftp-server-2" src="http://vavai.net/wp-content/uploads/2009/01/tftp-server-2.jpeg" alt="tftp-server-2" width="521" height="286" /></a></li>
</ol>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=420">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=420&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/06/instalasi-opensuse-tanpa-cddvd-menggunakan-pxe-boot-network-bagian-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Otomatisasi Mapping Folder Server Windows/Samba pada openSUSE</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/06/otomatisasi-mapping-folder-server-windowssamba-pada-opensuse/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/06/otomatisasi-mapping-folder-server-windowssamba-pada-opensuse/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 04:54:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[bash]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>
		<category><![CDATA[Samba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[
1 tahun yang lalu saya pernah menulis panduan tentang Mapping Folder Windows di Linux bagian I dan bagian II. Panduan tersebut masih sering saya gunakan dan semestinya tidak terlalu sulit untuk digunakan  .
Ternyata anggapan saya salah. 2 hari kemarin adik saya pusing menerapkan konfigurasi sederhana tersebut untuk mengatasi masalah share data disalah satu project [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-417" title="samba" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba.jpg" alt="samba" width="500" height="260" /></a></p>
<p>1 tahun yang lalu saya pernah menulis panduan tentang Mapping Folder Windows di Linux <a href="http://www.vavai.com/index.php?/archives/91-Mount-Samba-Share-Secara-Manual-dan-Otomatis-Bagian-I.html">bagian I</a> dan <a href="http://www.vavai.com/index.php?/archives/92-Mount-Samba-Share-Secara-Manual-dan-Otomatis-Bagian-II.html">bagian II</a>. Panduan tersebut masih sering saya gunakan dan semestinya tidak terlalu sulit untuk digunakan <img src='http://vavai.com/v2/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Ternyata anggapan saya salah. 2 hari kemarin adik saya pusing menerapkan konfigurasi sederhana tersebut untuk mengatasi masalah share data disalah satu project implementasi file server di Jakarta. Masalahnya terletak pada proses buka file office di server. Open Office mengalami masalah jika mengakses dan menyimpan data langsung melalui samba share. Hal ini bisa diatasi dengan melakukan share atas data yang ada menggunakan folder lokal.</p>
<p>Untuk membantu adik saya tersebut dan juga membantu rekan-rekan yang mungkin mengalami hal yang mirip, berikut saya buatkan bash script yang bisa mengerjakan beberapa hal secara otomatis dengan meminta masukan-masukan variabel yang akan digunakan untuk melakukan proses mount.</p>
<p>Cara lain bisa saja dilakukan dengan mengubah file /etc/fstab namun saya lebih memilih menggunakan script karena mudah dicustomize.</p>
<p>Script ini merupakan script sederhana untuk mengurangi kemungkinan kesalahan ketik dan proses yang berulang. Logika algoritmanya sederhana, yaitu :</p>
<ul>
<li>Meminta masukan variable untuk nama share folder, nama folder mount dan credential (user name + password)</li>
<li>Melakukan penggantian nama script agar bisa digunakan berulang kali untuk share yang berbeda</li>
<li>Melakukan penggantian keterangan dari file service</li>
<li>Melakukan penggantian perintah mount -t cifs</li>
<li>Memasukannya ke folder /etc/init.d</li>
<li>Memasukkan perintah ke dalam service, menjalankannya secara otomatis saat booting dan mengaktifkannya sekarang juga</li>
</ul>
<p>BEWARE : Password ditulis secara mentah-mentah pada file service. Silakan batasi akses file tersebut atau baca dokumentasi mengenai file credential agar user name dan password bisa disimpan difile terpisah yang dilindungi hak aksesnya.</p>
<p>Berikut adalah cara penggunaannya :</p>
<ol>
<li>Download file <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba-map-auto.tar.gz">samba-map-auto.tar.gz</a>. Tempatkan disalah satu folder (dalam contoh saya : /home/vavai)</li>
<li>Buka konsole / terminal (ALT+F2, konsole atau ALT+F2, gnome-terminal)</li>
<li>Masuk sebagai root,  masuk ke folder hasil download (jangan lupa sesuaikan namanya), ekstrak dan jalankan.
<pre class="brush: cpp">
su
cd /home/vavai
tar -zxvf samba-map-auto.tar.gz
cd samba-map-auto
chmod +x automount.sh
./automount.sh
</pre>
</li>
</ol>
<p>Berikut adalah contoh penggunaannya (Klik untuk memperbesar gambar).</p>
<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba-automount.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-415" title="samba-automount" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba-automount.jpg" alt="samba-automount" width="466" height="460" /></a></p>
<p>Isi script file :</p>
<p>automount.sh</p>
<pre class="brush: cpp">
#!/bin/sh

#Hapus Layar
clear

echo &quot;#############################################################################&quot;
echo &quot;# Samba-auto-mount ver 2009.05.001 untuk openSUSE (Testing pada ver 11.1)   #&quot;
echo &quot;# Skrip untuk otomatisasi mapping folder windows/samba server pada openSUSE #&quot;
echo &quot;# Masim &quot;Vavai&quot; Sugianto - vavai@vavai.com - http://www.vavai.com/blog/v2   #&quot;
echo &quot;#############################################################################&quot;

#Default Configuration
startdirectory=&quot;/tmp/samba-auto/&quot;
nama_file_old=&quot;mount-smb&quot;

echo &quot;&quot;
echo -e &quot;\n###############VARIABEL MAPPING###############&quot;
echo -n &quot;1. Masukkan alamat IP / Nama Server : &quot;
read ip_server
echo -n &quot;2. Masukkan nama share folder : &quot;
read nama_share
echo -n &quot;3. Masukkan alamat folder untuk mount (contoh : /mnt/data-vavai) : &quot;
read folder_mount
echo -n &quot;4. Masukkan nama user samba : &quot;
read nama_user
echo -n &quot;5. Masukkan password samba (akan ditulis dalam bentuk plaintext) : &quot;
read passwd_user

echo -n &quot;6. Masukkan nama file service (bebas, contoh : mount-smb) : &quot;
read nama_file

echo -e &quot;\n###############PROSES KONFIGURASI###############&quot;
echo &quot;Salin file konfigurasi ke folder temporary&quot;

mkdir -p $startdirectory

rsync -av --delete . $startdirectory

echo -e &quot;\nUbah nama file................................................OK&quot;

regexp1=&quot;s/$nama_file_old/$nama_file/2&quot;
find $startdirectory -name &quot;*$nama_file_old*&quot; | awk &#039;{print(&quot;mv &quot;$1&quot; &quot;$1)}&#039; | sed &quot;$regexp1&quot; | /bin/sh

echo -e &quot;\nUbah konfigurasi..............................................OK&quot;
regexp2=&quot;s/$nama_file_old/$nama_file/g&quot;
sed -e $regexp2 $startdirectory$nama_file &gt; /tmp/temp-samba-auto.tmp
mv /tmp/temp-samba-auto.tmp $startdirectory$nama_file
#    echo &quot;Modified: &quot; $startdirectory$nama_file
#    done

echo -e &quot;\nInsert perintah mount.........................................OK&quot;

echo &quot;mount -t cifs //$ip_server/$nama_share $folder_mount -o username=$nama_user,password=$passwd_user,iocharset=utf8,file_mode=0777,dir_mode=0777&quot; &gt;&gt; $startdirectory/$nama_file

#Buat sebagai executable file &amp;amp; Pindahkan ke folder /etc/init.d
chmod +x $startdirectory$nama_file

cp $startdirectory$nama_file /etc/init.d/

echo -e &quot;\nBuat folder mount.............................................OK&quot;
mkdir -p &quot;$folder_mount&quot;
chmod 777 -R &quot;$folder_mount&quot;

echo -e &quot;\nMasukkan &amp;amp; Jalankan service...................................OK&quot;
chkconfig --add $nama_file
chkconfig $nama_file on
service $nama_file start

echo -e &quot;\nDisplay isi file mount........................................OK&quot;
find $folder_mount

echo -e &quot;\nProses mount data telah selesai...............................OK&quot;
</pre>
<p><strong>Script smb-mount.sh, masih utuh belum ada masukan perintah mount</strong></p>
<pre class="brush: cpp">
#!/bin/sh
#
# /etc/init.d/mount-smb
#
### BEGIN INIT INFO
# Provides: mount-smb
# Required-Start: $network
# X-UnitedLinux-Should-Start:
# Required-Stop:
# X-UnitedLinux-Should-Stop:
# Default-Start: 3 5
# Default-Stop: 0 1 2 6
# Short-Description: Custom Skrip untuk Mount Samba
# Description: Custom Skrip untuk Mount Samba
### END INIT INFO
</pre>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=412">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=412&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/06/otomatisasi-mapping-folder-server-windowssamba-pada-opensuse/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Training Administrator Linux Server, 6-7 Juni 2009</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/06/training-administrator-linux-server-6-7-juni-2009/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/06/training-administrator-linux-server-6-7-juni-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 02:14:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>
		<category><![CDATA[Training]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=409</guid>
		<description><![CDATA[Training Administrator Linux ditujukan bagi rekan-rekan yang ingin memahami mekanisme administrasi, setup dan penggunaan Server Linux di perusahaan/instansi/lembaga. Training ini juga bisa menjadi sarana yang tepat untuk mendapatkan pengetahuan mengenai tips dan trick implementasi Linux server skala perusahaan.
Training ini juga cocok bagi perusahaan yang berkeinginan melakukan migrasi sistem dari Windows ke Linux, melakukan penghematan biaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/server-linux.png"><img class="size-full wp-image-371 alignleft" style="margin: 5px;" title="server-linux" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/server-linux.png" alt="server-linux" width="300" height="258" /></a>Training Administrator Linux ditujukan bagi rekan-rekan yang ingin memahami mekanisme administrasi, setup dan penggunaan Server Linux di perusahaan/instansi/lembaga. Training ini juga bisa menjadi sarana yang tepat untuk mendapatkan pengetahuan mengenai tips dan trick implementasi Linux server skala perusahaan.</p>
<p>Training ini juga cocok bagi perusahaan yang berkeinginan melakukan migrasi sistem dari Windows ke Linux, melakukan penghematan biaya lisensi atau ingin memberikan pengetahuan yang cukup bagi staff IT yang ditugaskan melakukan implementasi migrasi.</p>
<p>Berikut adalah detail dari training yang akan diadakan :</p>
<p><strong>Q : Kapan &amp; Dimana ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Hari Sabtu &amp; Minggu 6-7 Juni  2009, Perumahan Duren Jaya Jl. Candi Mendut Raya Blok C No. 328 Bekasi.<br />
</em></p>
<p><strong>Q : Berapa maksimal jumlah peserta ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Maksimal 10 peserta</em></p>
<p><strong>Q : Bagaimana Pembagian Waktu &amp; Pelaksanaan Training</strong></p>
<p><em>A : Training dilaksanakan dalam 2 hari </em></p>
<p><em>Hari pertama Tahap 1 mulai pukul 09.00 WIB s/d 12.00 WIB. Tahap 1 membahas materi instalasi dasar server Linux, konfigurasi network, manajemen user, group, setting DNS &amp; DHCP Server. </em></p>
<p><em>Pukul 12.00 WIB  istirahat makan siang dan shalat selama 1 jam  s/d pukul 13.00 WIB. </em></p>
<p><em>Hari Pertama Tahap 2 mulai pukul 13.00 WIB s/d pukul 16.00 WIB membahas mengenai Email Server, FTP Server &amp; Proxy Server</em></p>
<p><em>Hari Kedua Tahap 1 </em><em>mulai pukul 09.00 WIB s/d 12.00 WIB dengan topik bahasan </em><em>Primary Domain Controller (Active Directory) + File Server dengan Samba, Backup data dengan rsync server dan fsdump</em></p>
<p><em>Pukul 12.00 WIB  istirahat makan siang dan shalat selama 1 jam  s/d pukul 13.00 WIB. </em></p>
<p><em>Hari Kedua Tahap 2 membahas materi Apache Web Server, Virtual Host dengan Apache, Print Server dengan CUPS dan </em><em>Database Server dengan MySQL Server.</em></p>
<p><strong>Q : Bagaimana cara melakukan pendaftaran ?</strong></p>
<p><em>A : Silakan mengirimkan email pendaftaran ke alamat email <strong>training@vavai.com </strong>dan di cc ke <strong>vavai@vavai.com</strong> berisi Nama, alamat, no telp yang bisa dihubungi, jumlah peserta yang akan mengikuti training dan hari training yang akan diikuti (Hari pertama, Hari kedua atau training lengkap 2 hari)<br />
</em></p>
<p><strong>Q : Berapa biaya untuk mengikuti training ini ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Biaya training sebesar Rp. 500.000,- per hari atau Rp. 1.000.000,- untuk 2 hari, sudah termasuk : Sertifikat, Buku modul panduan, DVD  openSUSE 11.1 dan openSUSE 11.1 LiveDVD + Multimedia, snack dan makan siang.</em></p>
<p><em>Diskon khusus bagi peserta training yang pernah mengikuti training Zimbra Mail Server. Silakan konfirmasikan via email untuk diskon khusus ini.</em></p>
<p><em>Diperbolehkan untuk mendaftar salah satu hari atau keduanya. Jangan lupa untuk mencantumkan hari yang diambil pada saat melakukan pendaftaran.<br />
</em></p>
<p><strong>Q : Bolehkah membawa laptop/komputer sendiri<br />
</strong></p>
<p><em>A : Komputer sudah disediakan oleh kami namun jika ingin membawa komputer sendiri tak ada masalah, sebaiknya menggunakan komputer/Laptop Pentium 4 dengan memori minimal 512 MB dan memiliki akses jaringan.<br />
</em></p>
<p><strong>Q : Apakah boleh membawa komputer server kantor agar bisa langsung disetup ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Boleh-boleh saja. Training ini ditujukan agar admin server dapat melakukan fungsinya dengan baik sehingga simulasi dengan keadaan real akan sangat membantu.</em></p>
<p><strong>Q : Saya dari luar kota, apakah bisa dibantu untuk akomodasi ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Ya, silakan sampaikan via email jika anda berasal dari luar kota dan ingin dibantu akomodasinya. Ada beberapa hotel bagus dengan biaya relatif murah dan dekat dengan tempat training. Jika menginginkan akomodasi dalam bentuk lain (penginapan/rumah tinggal) silakan disampaikan melalui email.</em></p>
<p><strong>Q : Apakah ada jaminan pasti bisa ?<br />
</strong></p>
<p><em>A : Ya, dalam situasi normal pasti bisa. Training dilakukan dalam kondisi mendasar dan diasumsikan setiap peserta belum pernah menggunakan Linux. Selain itu, kami tetap memberikan support pasca training.</em></p>
<p><strong>Q : Distro apa yang digunakan<br />
</strong></p>
<p><em>A :  Distro yang akan digunakan adalah distro Linux openSUSE versi terkini (11.1)</em></p>
<p><strong>Q : Apa saja paket panduan yang didapatkan dari training ini<br />
</strong></p>
<p><em>A :  Berikut adalah paket yang anda dapatkan :<br />
</em></p>
<ol>
<li>Sertifikat training</li>
<li>Distro Linux openSUSE 11.1 yang digunakan sebagai media training</li>
<li>Panduan Migrasi Server dari Windows ke Linux yang mencakup keseluruhan materi</li>
<li>Paket DVD Repositori openSUSE 11.1 yang mencakup seluruh aplikasi dan library paket</li>
<li>Snack &amp; Makan siang</li>
</ol>
<p>Informasi lebih lanjut ? Silakan sampaikan melalui halaman komentar dibawah.</p>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=409">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=409&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/06/training-administrator-linux-server-6-7-juni-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Logon Script Berdasarkan Group pada Samba PDC+OpenLDAP</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/05/logon-script-berdasarkan-group-pada-samba-pdcopenldap/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/05/logon-script-berdasarkan-group-pada-samba-pdcopenldap/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 May 2009 00:46:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>
		<category><![CDATA[Samba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin butuh waktu sampai 4 jam hanya untuk bisa membuat logon script berdasarkan group user pada Samba PDC+OpenLDAP.  Supaya orang lain tidak butuh waktu lama seperti yang saya alami, berikut saya tuliskan file ldif yang saya gunakan untuk menambah group dan logon script yang digunakan untuk melakukan mapping folder.
Sebenarnya, apa sih logon script berdasarkan group [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin butuh waktu sampai 4 jam hanya untuk bisa membuat logon script berdasarkan group user pada Samba PDC+OpenLDAP.  Supaya orang lain tidak butuh waktu lama seperti yang saya alami, berikut saya tuliskan file ldif yang saya gunakan untuk menambah group dan logon script yang digunakan untuk melakukan mapping folder.</p>
<p>Sebenarnya, apa sih logon script berdasarkan group itu ?</p>
<p>Logon script berdasarkan group adalah menggunakan authentikasi group untuk melakukan mapping folder atau penggunaan resources. Contoh, daripada kita membuat logon script tiap user dengan nama user.bat (%u.bat) lebih baik kita membuat logon script berdasarkan group (%g.bat). Mengapa ? Karena kecenderungan yang ada, 1 department atau 1 bagian tertentu diperusahaan atau instansi umumnya menggunakan perilaku yang sama, misalnya department Accounting, akan sama-sama membutuhkan mapping folder Accounting yang ada di server.</p>
<p>Contoh lain, bagian Purchasing biasanya menggunakan folder di file server yang sama dan menggunakan printer yang sama.</p>
<p>1 tahun yang lalu saya bisa membuat logon script berdasarkan group namun saat itu basisnya hanya PDC tanpa OpenLDAP. Menggunakan konfigurasi yang sama untuk Samba PDC+ OpenLDAP ternyata tidak sukses <img src='http://vavai.com/v2/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah trial &amp; error selama beberapa saat, saya bisa menggunakan logon script berdasarkan group pada Samba PDC+OpenLDAP dengan menggunakan fasilitas ifmember yang disediakan oleh Windows 2000 atau Windows 2003 Resource Kit.</p>
<p>Berikut adalah langkah yang perlu dilakukan :</p>
<ol>
<li>Siapkan entry group pada OpenLDAP. Berikut adalah contoh file ldif yang saya gunakan. Saya menggunakan nama vavai.ldif dalam contoh ini. Sesuaikan SambaSID, nama domain dan nama group dengan situasi ditempat anda. Saya menggunakan accounting sebagai nama group yang akan saya tambahkan pada database untuk vavai.com. Gid number bisa mengikuti gid number yang terakhir :
<pre class="brush: cpp">
dn: cn=accounting,ou=Groups,dc=vavai,dc=com
objectClass: posixGroup
objectClass: sambaGroupMapping
gidNumber: 517
cn: accounting
sambaSID: S-1-5-21-4205329590-3768540535-3414456912-517
sambaGroupType: 2
displayName: accounting
description: accounting
</pre>
<p>Saya pernah mencoba dengan perintah ini :</p>
<pre class="brush: cpp">
smbldap-groupadd -a accounting
</pre>
<p>Namun tidak berhasil (berhasil masuk ke database tapi tidak bisa dideteksi oleh logon script). Kemungkinan karena ada beda schema database yang saya gunakan dengan schema pada smbldap.</li>
<li>Import file ldif kedalam Database OpenLDAP
<pre class="brush: cpp">
slapadd -v -l vavai.ldif -f /etc/openldap/slapd.conf
</pre>
</li>
<li>Buat user dan masukkan user tersebut kedalam group
<pre class="brush: cpp">
smbldap-useradd -a -m vavai
smbldap-passwd vavai
smbldap-groupmod -m vavai accounting
</pre>
</li>
<li> Langkah berikutnya adalah mengubah konfigurasi di smb.conf (dan dientry database OpenLDAP jika sudah terlanjur memasukkan user account kedalam OpenLDAP) dengan entry sebagai berikut :
<pre class="brush: cpp">
logon script = logon.bat
</pre>
</li>
<li>Check lokasi file logon script yang hendak kita gunakan, misalnya pada smb.conf yang saya gunakan ada share data sebagai berikut :
<pre class="brush: cpp">
[netlogon]
comment = Network Logon Service
path = /data/samba/sysvol/vavai.com/scripts
writeable = yes
browseable = yes
read only = no
</pre>
<p>Itu artinya saya harus menempatkan file logon.bat pada folder <strong> /data/samba/sysvol/vavai.com/scripts</strong></li>
<li>Download file ifmember.exe, install di komputer client (atau tempatkan disalah satu folder share agar dapat diakses dari komputer mana saja)</li>
<li>Buat logon.bat sebagai berikut :
<pre class="brush: cpp">
echo Mau coba panggil file bat...
ifmember.exe &quot;vavai.com\accounting&quot;
if errorlevel 1 call accounting.bat
ifmember.exe &quot;vavai.com\purchasing
if errorlevel 1 call purchasing.bat
ifmember.exe &quot;vavai.com\ppic&quot;
if errorlevel 1 call ppic.bat
</pre>
</li>
<li>Buat file namabagian.bat (contoh disini : accounting.bat) dengan entry script yang diinginkan
<pre class="brush: cpp">
echo Mapping Network Drives to Samba Server Vavai...
net use s: \\server-vavai\accounting
net use p: \\server-vavai\public
net use o: \\server-vavai\hrd
</pre>
</li>
</ol>
<p>Cukup panjang prosesnya namun untuk perusahaan skala besar, hal ini bisa meminimalkan proses setup satu persatu ditiap workstation dan bisa menekankan aspek standarisasi ditiap komputer.</p>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=405">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=405&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/05/logon-script-berdasarkan-group-pada-samba-pdcopenldap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
